KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengelola 26 pasar tradisional. Akan tetapi, hingga saat ini pasar yang memberlakukan portalisasi parkir hanya satu, yakni Pasar Anom. Padahal, sejak lama pemkab sudah berencana untuk memasang portal parkir di setiap pasar untuk menekan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan PP) Sumenep Idham Halil mengatakan, pemasangan portal parkir memang sangat efektif untuk mengurangi kebocoran pendapatan. Hal itu sudah dirasakan setelah memberlakukan portalisasi parkir di Pasar Anom.
“Sebagai uji coba, kami pertama kali memang memasang portal parkir di Kota. Karena pasar ini merupakan pusat perbelanjaan di Sumenep, ternyata lebih efisien,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu (22/1/2025).
Pihaknya berencana ke depan akan juga memasang portal parkir ini di pasar lainnya. Namun, saat ini yang berpotensi dipasang portal parkir hanya di Pasar Lenteng. Sebab, di pasar yang lain, pengelolaan parkirnya tidak dipegang pemerintah daerah.
Idham menjelaskan, pemasangan portal parkir di pasar itu membutuhkan anggaran yang cukup besar. Hal itu yang menjadi kendala untuk melakukan pemasangan di pasar lainnya.
“Kalau sekarang, kami belum ada anggarannya. Tapi, nanti kalau sudah ada dananya akan kami pasang portal parkir di Pasar Lenteng,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, jumlah pasar tradisional di Sumenep 45 lokasi, terdiri dari 26 pasar dikelola pemkab, 15 pasar milik pemerintah desa (pemdes), dan sisanya milik pihak lainnya, seperti PT. Garam.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, menyampaikan, keberadaan portal parkir sangat penting untuk menunjang stabilitas pendapatan pasar. Maka dari itu, dia menekankan agar pengadaannya diprioritaskan, apalagi dapat meningkatkan PAD.
“Kalau portal parkir itu dinilai efektif, kami pasti mendukungnya,” singkat politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. (ara/zul)






Sudah nyata adanya portal untuk menekan kebocoran PAD, sedang untuk acara event kalender 2024 anggaran 2,8 milyar belum pasti meningkatkan PAD.