Sisi Lain dr. Saifudin, Kepala Dinkes Pamekasan yang Raih Ketenteraman dari Berkebun

Harmoni234 views

KABAR MADURA | Belum masuk sampai halamannya, keasrian rumah dr. Saifudin sudah tampak dari depan. Beberapa tumbuhan tumbuh subur, membuat halaman rumah menjadi rindang dan hijau. Rupanya, di belakang rumah yang luasnya sekitar 100 m² juga tampak asri dengan beragam jenis tanaman. 

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN 

Kegiatan bercocok tanam mulai digeluti kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan itu sejak pandemi Covid-19. Siapa sangka, hobinya berkebun juga menjadi terapinya dalam segala hal. Bagi Saifudin, ada ketenangan dan kenyamanan saat bercocok tanam.

“Menanam itu menyenangkan. Karena ketika tanaman tersebut tumbuh, artinya itu ada karunia dari pencipta. Selain itu, juga bagian dari upaya menghijaukan bumi,” jelas pria yang beralamat di Larangan Badung tersebut, Rabu (5/2/2025). 

Kini, terdapat puluhan bibit dan tanaman buah yang sudah berhasil dia rawat, mulai dari beragam jenis jambu, alpukat, duku, nangka merah, dan lainnya. Padahal, Saifudin mempelajari tata cara  bertanam secara otodidak. Dirinya hanya mengandalkan youtube yang ditontonnya, kemudian diaplikasikan dengan sepenuh hati. Salah satunya, proses okulasi. 

Saat awal mula percobaan, pria kelahiran Kediri, 22 Februari 1968 itu langsung berhasil. Sejak itulah dia semakin bersemangat untuk menanam lebih banyak tanaman. Kini, Saifudin tidak hanya merawat tanaman di belakang rumahnya, tapi juga memiliki ladang yang dipenuhi dengan baragam jenis tanaman buah, seperti durian, kopi, kelapa, dan lainya. 

“Selain bisa menyumbang oksigen, bertanam juga ada nilai ekonomisnya. Kalau sudah berbuah, biasanya ada yang pesan, ada juga yang pesan bibitnya,” terang Saifudin, sambil lalu menunjukkan proses okulasi tanamannya. 

Meski waktunya hampir dipenuhi dengan urusan publik sebagai pejabat daerah sekaligus seorang dokter, Saifudin memiliki waktu khusus untuk merawat tanamannya sendiri. Hal itu dilakukan guna menjaga kualitas tanaman. 

“Media tanamnya juga harus diperhatikan. Seperti kompos, tanah, dan lain-lain,” tambah pria yang memiliki tagline ‘salam sehat, salam hijau’ itu sembari menunjukkan kompos yang dibuatnya sendiri. (waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *