Bocah 10 Tahun di Bangkalan Sisihkan Uang Jajan demi Beli Kambing Kurban

Harmoni51 views

KABAR MADURA | Di saat banyak anak seusianya berlomba memiliki gawai baru atau menghabiskan uang saku untuk jajan dan permainan, Mirza Ukail Arfia justru memilih jalan berbeda. Bocah 10 tahun asal Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Bangkalan itu tekun menabung recehan demi satu keinginan sederhana namun bermakna besar, yakni membeli seekor kambing kurban dengan hasil usahanya sendiri untuk Hari Raya Iduladha.

AINOR ROFIK, BANGKALAN

Suara recehan memenuhi ruang tamu rumah sederhana. Mirza tampak serius membongkar celengan miliknya. Satu per satu uang logam dan lembaran rupiah yang selama ini ia kumpulkan ditata rapi di lantai.

Bagi anak seusianya, uang saku biasanya habis untuk jajanan, permainan, atau membeli barang yang sedang tren. Namun tidak bagi Mirza. Ia justru menyimpan impian berbeda, membeli seekor kambing kurban untuk Hari Raya Iduladha.

Keinginan itu bukan muncul secara tiba-tiba. Sejak beberapa tahun terakhir, Mirza terbiasa menyisihkan sebagian uang sakunya setiap hari. Nilainya memang kecil, hanya sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000, tetapi dilakukan dengan konsisten.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Makanya saya nabung supaya cukup buat beli kambing,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Celengan di sudut rumah menjadi saksi ketekunan Mirza menahan keinginan kecilnya sehari-hari. Saat teman-temannya mungkin memilih menghabiskan uang jajan di sekolah, Mirza justru lebih sering menyimpannya demi satu tujuan yang menurutnya jauh lebih penting.

Baca Juga:  ABK Kapal LCT Kinta Perjaya yang Hilang di Galangan Ditemukan Meninggal di Laut Kamal Bangkalan

Bahkan, ini bukan kali pertama ia berkurban dari hasil tabungannya sendiri. Pada 2024 lalu, Mirza juga pernah melakukan hal serupa.

“Tidak hanya tahun ini, sebelumnya juga pernah. Biasanya yang saya masukkan ke celengan antara Rp2 ribu sampai Rp5 ribu dan itu memang uang saku yang sengaja saya sisihkan,” ungkapnya.

Di balik wajah polos dan usianya yang masih belia, Mirza ternyata menyimpan pemahaman sederhana tentang makna kurban. Baginya, berkurban bukan sekadar tradisi tahunan keluarga atau perayaan hari besar keagamaan. Ia percaya, ibadah itu akan menjadi bekal pahala kelak.

“Alasannya ya nanti kalau berkurban enak, bisa dibawa mati dan dapat pahala juga,” ucapnya polos.

Semangatnya menabung semakin besar setiap memasuki momen hari raya. Sebab, pada waktu-waktu tertentu Mirza kerap mendapat uang tambahan dari keluarga. Bukannya dihabiskan, uang itu justru langsung dimasukkan ke celengan. Dalam satu momentum hari raya, tabungannya bahkan bisa bertambah Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Sang ayah, Abdurrahem, mengaku kerap dibuat heran dengan cara berpikir anaknya. Di tengah maraknya anak-anak yang menginginkan telepon genggam baru, Mirza justru bersikeras mempertahankan tabungannya untuk membeli hewan kurban.

“Sempat digoda sama mbaknya supaya uangnya dipakai beli HP saja. Tapi saya tidak menyangka Mirza malah jawab kalau uang buat kurban bisa dibawa mati dan dapat pahala. Kalau ditanya heran, ya tentu sangat heran. Masih usia segitu, tapi bisa punya jawaban seperti itu,” tuturnya.

Baca Juga:  Picu Kecelakaan, Sopir Truk Penumpah Solar Diamankan Polres Bangkalan

Menurut Abdurrahem, Mirza memang memiliki ketertarikan lebih terhadap ilmu agama dibandingkan anak-anak seusianya. Setelah lulus sekolah dasar nanti, putranya bahkan disebut ingin melanjutkan pendidikan ke pesantren.

“Kami sebagai orang tua tentu sangat bersyukur kalau anak-anak mengarah ke hal positif. Tugas kami tinggal mengarahkan dan memberi pemahaman supaya tetap memahami batas-batasnya,” katanya.

Setelah dihitung bersama keluarga, uang dalam celengan Mirza terkumpul sebanyak Rp3.178.500. Jumlah itu nyaris cukup untuk membeli seekor kambing kurban pilihannya. Kekurangan Rp172.500 kemudian ditambahkan oleh sang ayah sebagai bentuk dukungan terhadap niat anaknya.

Kurban
(KM/IST) ANTUSIAS: Mirza saat memilih kambing kurban di salah satu pasar hewan di Bangkalan menggunakan uang hasil tabungannya sendiri.

Keesokan harinya, Mirza diajak ke Pasar Hewan Langkap. Di sana, matanya tampak berbinar saat memilih kambing yang akan dikurbankan. Seekor kambing seharga Rp3.350.000 akhirnya dibeli menggunakan hasil tabungan yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit selama berbulan-bulan.

“Langsung saya antar keesokannya ke pasar. Karena kurang Rp172.500, saya tambahi. Kambingnya harganya Rp3.350.000 dan Mirza luar biasa antusias,” tambahnya.

Antusiasme Mirza rupanya belum berhenti di pasar hewan. Meski kambingnya belum dibawa pulang, ia sudah mulai membersihkan pekarangan rumah yang akan dijadikan tempat sementara untuk merawat hewan kurbannya.

“Sementara kambingnya masih di tempat penjual, besok baru dibawa pulang. Kata Mirza dia masih ingin merasakan merawat kambing yang akan dikurbankan, jadi dia ikut membersihkan pekarangan rumah,” pungkasnya. (zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *