KABAR MADURA | Pimpinan Perum Bulog Cabang Madura Ahmad Rofi’i memastikan stok beras di Pamekasan aman hingga lebaran 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Hingga saat ini terdapat sekitar 1.200 ton stok beras yang belum disalurkan. Stok tersebut akan didistribusikan ke empat kabupaten di Madura, yakni Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Bangkalan.
Sejak Januari 2025, Perum Bulog Madura telah menghabiskan sebanyak 75 ton beras yang telah disalurkan ke empat wilayah tersebut. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan dan dua bulan setelahnya, dipastikan cukup dengan ketersediaan stok yang ada di gudang saat ini.
“Selain stok beras, kami juga juga punya stok gula pasir 65 ton, dan minyak goreng berkisar di 12 hingga 13 ribu liter,” ungkap Rofi’i, Minggu (16/5/2025).
Sebanyak 75 ton beras yang telah disalurkan berasal dari stok beras yang diterima tahun 2025, yakni 1.275 ton. Penyaluran tersebut dilakukan melalui beberapa program, di antaranya Rumah Pangan Kita (RPK) dan pasar murah.
Meskipun stok saat ini mencukupi, Bulog Madura tetap akan mengusulkan tambahan pangan berupa beras ke Perum Bulog Jawa Timur, guna menjamin ketersediaan pangan hingga akhir tahun 2025.
“Kami akan evaluasi terkait pengeluaran beras, karena usulan itu akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Memasuki bulan Ramadan 1446 Hijriah, Bulog akan melakukan kerja sama dengan berbagai instansi, terutama dinas terkait untuk menstabilkan harga pangan di Pamekasan.
“Biasanya di setiap momen, permintaan masyarakat lebih tinggi dari ketersediaan barang yang akan dijual, termasuk bulan Ramadan,” pungkasnya. (km62/waw)





