KABAR MADURA | Kepala Bidang (Kabid) Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep Idham Halil memastikan anggaran untuk revitalisasi pasar tidak terkena efisiensi.
“Khusus revitalisasi pasar tidak masuk dalam daftar penghapusan. Program ini akan segera kami laksanakan,” katanya, Selasa (18/2/2025).
Idham mengungkapkan bahwa revitalisasi Pasar Anom Baru tetap berlanjut tahun ini. Sebab, menjadi program prioritas bagi Diskop UKM dan Perindag. Dengan demikian, nantinya masyarakat nyaman untuk menempati pasar itu.
Meski tidak dihapus, namun untuk nominal anggarannya yang semula Rp1,1 miliar dimungkinkan dipangkas menjadi Rp1 miliar atau di bawahnya.
“Pengelolaan pasar di Sumenep menjadi prioritas, sebab berpotensi menumbuhkan perekonomian dan dapat menyumbang PAD dengan adanya penarikan retribusi,” ucap dia.
Mengenai kapan dimulainya revitalisasi Pasar Anom Baru, Idham mengaku masih menunggu rampungnya penghitungan efisiensi anggaran.
“Kami tidak dapat menargetkan kapan pelaksanaan revitalisasi Pasar Anom Baru dilaksanakan, karena efisiensi anggaran belum selesai,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Faisal Muhlis mengutarakan, terkait efisiensi anggaran yang saat ini sedang dibahas, memang banyak yang dilakukan penghapusan pada program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Khusus pasar, tidak masuk anggaran yang bersumber dari DAK. Makanya dipertahankan, yang terpenting adalah rencana revitalisasi pasar itu segera dilakukan setelah efisiensi anggaran selesai,” katanya. (imd/din)





