KABAR MADURA | Kendala teknis yang disampaikan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara akhirnya terjawab.
Kepala SPPG Sumenep Moh. Khalilurrahman mengatakan, program tersebut sempat dihentikan sementara lantaran relawan dapur MBG sedang uji coba alat masak nasi yang baru.
“Alat baru datang, sehingga dilakukan uji coba dulu,” katanya, Selasa (18/2/2025).
Sebelumnya, Khalilurrahman menyampaikan bahwa pemberhentian program MBG itu karena ada kendala teknis.
Namun, dirinya enggan menjelaskan secara rinci kendala teknis yang dimaksud.
Khalilurrahman mengatakan, program tersebut dilakukan kembali dimulai per Selasa (18/2/2025).
Namun, sayangnya siswa yang menerima program MBG tidak seperti biasanya. Hanya sebanyak 150 siswa di TK Al Qadar.
Jumlah penerima program MBG itu jauh lebih sedikit dari penerima sebelumnya yang mencapai 2.965 siswa yang tersebar di 18 sekolah di wilayah Kecamatan Kota Sumenep.
Dirinya mengupayakan, pada Rabu 19 Februari 2025, program MBG akan kembali bergulir untuk semua siswa yang tersebar di 18 sekolah di wilayah Kecamatan Kota Sumenep.
“Semoga hal ini tidak menjadi keresahan pada siswa, InsyaAllah besok akan aktif kembali,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Al Qadar di Desa Pandian, Kecamatan Kota, Azizah mengaku senang atas program MBG yang diaktifkan kembali.
“Semoga selanjutnya ada lagi,” katanya. (imd/din)





