KABAR MADURA | Sepanjang tahun 2024, Satuan Polisi Pamong Praja Dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan mencatat sebanyak 184 kejadian kebakaran. Mayoritas insiden itu terjadi di area lahan kosong dan perumahan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol-PP dan Damkar Pamekasan Misyanto mengatakan, jumlah kebakaran di tahun 2024 lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 220 kejadian. Rendahnya tingkat kejadian tersebut diklaim karena dukungan faktor cuaca yang tidak seperti dua tahun sebelumnya.
“Di tahun 2024 durasi musim kemarau lebih rendah dari tahun 2023, namun tanpa kewaspadaan juga sia-sia,” ungkapnya, Selasa (18/5/2025).
Dari jumlah kasus kebakaran di tahun 2024, sebanyak 123 kejadian terjadi di lahan kosong, 15 di area perumahan, 5 di tempat umum dan dagang, 1 di pabrik, 5 kebakaran sampah, dan sisanya di lokasi lain seperti terbakarnya kendaraan bermotor.
Penyebab kebakaran dipicu oleh beragam faktor, mulai dari korsleting listrik, puntung rokok yang dibuang sembarangan, pembakaran sampah yang tidak diawasi, hingga kebakaran lahan akibat musim kemarau panjang.
“Khusus daerah pantura seperti Pakong, Waru, Pasean, dan Batumarmar, kami mendorong pemerintah setempat untuk lebih aktif mengedukasi warga, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh,” imbau Misyanto. (km62/waw)





