KABAR MADURA | Volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan 1 ton per hari. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Deddy Surya.
Deddy menyampaikan, volume sampah per Januari-Desember 2024, dalam sehari mencapai 38 ton. Dari puluhan ribu ton sampah itu didominasi sampah organik yang mencapai hingga 60 persen.
“Sedangkan sejak 31 Desember 2024 hingga Februari 2025 ini mengalami kenaikan sekitar 1 ton per hari. Jadi, yang awalnya 38 ton per hari, kini menjadi 39 ton per hari,” katanya, Rabu (19/2/2025).
Menurutnya, bertambahnya volume sampah di Kota Keris ini dikarenakan bertambahnya jumlah layanan. Untuk penymbang sampah terbanyak secara rata-rata berasal dari Kecamatan Kota Sumenep.
Selain bertambahnya volume sampah, rupanya penumpukan sampah di beberapa lokasi juga menjadi persoalan. Selain tidak enak dipandang, juga menimbulkan bau tidak sedap. penumpukan sampah itu, salah satunya di Desa Kolor (ke barat Terminal Tipe A Arya Wiraraja).
Berdasarkan pantauan Harian Pagi Kabar Madura, saking banyaknya sampah di di lokasi itu bahkan bak sampah kontainer yang tersedia tidak bisa menampung sampah-sampah tersebut alias melebihi muatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian Pagi Kabar Madura, timbunan sampah itu disebabkan oleh masyarakat yang membuang sampah di lokasi tersebut. Mereka sengaja membuang sampah di lokasi itu, bahkan mereka membawa kendaraan roda tiga maupun roda empat. (imd/din)





