KABAR MADURA | Fakultas Hukum Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura melakukan audiensi bersama aparat penegak hukum (APH), termasuk jajaran Polres Sumenep. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka mendukung stabilitas dan penegakan hukum di Kabupaten Sumenep.
Wakil Rektor I UNIBA Madura, Budiy Suswanto, menegaskan bahwa Fakultas Hukum UNIBA Madura tidak hanya fokus pada penguatan akademik semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga stabilitas hukum di tengah masyarakat.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi hukum guna menciptakan sistem hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan. Selain itu, menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan hukum yang unggul dan progresif.
“Fakultas Hukum UNIBA Madura hadir bukan hanya sebagai ruang belajar, tetapi sebagai motor penggerak lahirnya sumber daya manusia hukum yang berintegritas. Sinergi dengan APH ini merupakan bentuk komitmen kami untuk ikut menjaga stabilitas hukum dan ketertiban di Sumenep,” ujarnya.
Keunggulan Fakultas Hukum UNIBA Madura semakin terlihat dari pendekatan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui program kolaboratif dengan aparat penegak hukum.
Salah satu program unggulan yang kini tengah dikembangkan adalah kuliah praktis langsung bersama APH, termasuk kegiatan pembelajaran dengan Kejari Sumenep. Melalui program ini, mahasiswa dapat memahami secara nyata proses penegakan hukum, mulai dari tahapan penanganan perkara hingga dinamika praktik di lapangan.
Tidak hanya itu, kerja sama yang dibangun juga mencakup berbagai kegiatan akademik seperti kuliah tamu, seminar hukum, hingga program magang di institusi penegak hukum. Langkah ini menjadi bukti bahwa Fakultas Hukum UNIBA Madura terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang siap terjun langsung ke dunia profesional.
Dengan berbagai terobosan ini, Fakultas Hukum UNIBA Madura diharapkan semakin meneguhkan diri sebagai lembaga pendidikan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan zaman, mencetak generasi penegak hukum yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Hal itu dilakukan untuk mendukung penuh berbagai program akademik yang digagas, sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kualitas penegakan hukum di daerah,” pungkasnya. (ara/waw)






