Bupati-Wabup Sampang Paparkan Visi Misi pada Rapat Paripurna DPRD

KABAR MADURA | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang menggelar rapat paripurna penyampaian visi misi bupati dan wakil bupati (Wabup) periode 2025-2030 di pendopo Bupati Sampang, Rabu (5/3/2025).

Acara itu sekaligus serah terima jabatan dari Penjabat (Pj) Bupati Sampang Rudy Afrianto kepada bupati dan wabup H. Slamet Junaidi dan Lora Ahmad Mahruf.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala staf Kepresidenan letjen TNI purnawirawan Am Putranto, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan dan anggota dewan lainnya, segenap jajaran kepala Organisasi pemerintah Daerah (OPD) Sampang, serta tokoh masyarakat dan para tamu undangan lainnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Sampang Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Tolak Intoleransi

Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan mengatakan, berdasarkan surat keputusan dan surat edaran Menteri Dalam Negeri, bupati terpilih harus menyampaikan pidato sambutan pada sidang paripurna setelah serah terima jabatan di hari yang sama.

“Maka pada hari ini, DPRD Sampang menggelar rapat paripurna penyampaian visi dan misi yang bersamaan dengan serah terima jabatan,” kata Rudi saat memimpin sidang paripurna.

Sementara itu, Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyampaikan, kepemimpinannya akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah dan memiliki daya saing, peningkatan pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Sampang Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Tolak Intoleransi

Kemudian, percepatan pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan birokrasi yang transparan, serta optimalisasi potensi daerah guna menunjang ekonomi lokal dan menciptakan iklim investasi yang lebih baik.

Pria yang kerap disapa Aba Idi ini menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun Sampang. Dia menegaskan bahwa sinergi dengan wilayah di Bumi Trunojoyo menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Sampang tidak bisa berkembang sendiri, sehingga dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. (KM91/sub/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *