Meski Keluar dari Zona Merah, Dispusip Akui TKM Sampang Masih di Urutan ke-33 se-Jatim

News, Pendidikan163 views

KABAR MADURA | Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) atau minat baca masyarakat Sampang masih tergolong rendah dan memprihatinkan. Pasalnya, hingga kini masih bertengger di posisi ke-33 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sampang Kurnia Sufartina mengatakan, TKM masyarakat Sampang memang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, namun masih tergolong sangat rendah dibandingkan daerah lain di Jawa Timur. 

Dia mengungkapkan, pada 2024, TKM Sampang memperoleh skor 60,4. Mengalami kenaikan dibanding 2023 dengan skor 50,5. Meski demikian, pihaknya menyadari Sampang masih menempati peringkat ke-33 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dalam hal kegemaran membaca.

Bahkan, angka tersebut sangat rendah dibandingkan tiga kabupaten di Pulau Madura, yakni Pamekasan dengan skor TKM 64, Bangkalan mendapat skor 66,1, dan Sumenep meraih skor 68,6. “Sampang memang sudah keluar dari zona merah, namun masih berada di posisi paling bawah jika dibandingkan dengan kabupaten yang lain di Madura.” ujarnya.

Baca Juga:  Wisuda Al-Ahgaff Tarim, 14 Mahasiswa Madura Lulus: Hafal 30 Juz hingga Cum Laude

Menurutnya peningkatan skor 0,9 itu tidak terlepas dari minat baca masyarakat di daerah pedesaan yang menunjukkan peningkatan. Pihaknya turut berperan aktif dalam mendukung tren positif itu, melalui program perpustakaan keliling (Pusling) yang rutin dilakukan setiap bulan ke sejumlah sekolah dan kecamatan.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Layanan pusling ke kecamatan ini rutin kita lakukan terus dalam satu bulan. Pagi di sekolah, siangnya di kecamatan,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang mahasiswa di Sampang Lailatus Syarifah mengungkapkan bahwa rendahnya TKM di Bumi Bahari itu masih dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya dari terbatasnya akses buku di daerah pedesaan, hingga dominasi penggunaan gawai untuk hiburan dibandingkan edukasi dalam membaca.

Baca Juga:  Belum Punya Gedung Permanen, Siswa Baru Sekolah Rakyat Pamekasan Dipindah ke Sampang

“Masih banyak masyarakat yang menganggap membaca bukan sebagai kebutuhan. Kami harap agar sosialisasi dalam kegemaran membaca terus ditingkatkan,” katanya. (km90/sub/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *