KABAR MADURA | Nama Akis Jasuli kembali mencuri perhatian publik. Itu setelah secara resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menetapkannya sebagai Ketua DPD Partai NasDem Sumenep untuk periode 2025–2029.
Penunjukan itu tak lepas dari ragam prestasinya. Keberhasilannya membawa Partai NasDem meraih capaian signifikan dalam Pemilu 2024, yakni membentuk satu fraksi penuh di DPRD Sumenep.
Oleh DPP Partai NasDem, hal tersebut dinilai sebagai prestasi kepemimpinan strategis dan kerja politik yang konsisten.
Tak hanya itu, Affrilia Wahyuni selaku istrinya turut terpilih sebagai anggota Fraksi NasDem DPRD Sumenep periode 2024–2029, menandai pasangan ini sebagai simbol kekuatan politik lokal yang solid dan berpengaruh.
Kombinasi keduanya menunjukkan efektivitas kaderisasi, jaringan politik yang luas, serta kemampuan membangun kepercayaan publik di tengah dinamika politik daerah.
“Saya hanya menunjang dedikasi dan kerja terbaik untuk membesarkan Partai NasDem di Sumenep,” ujar Akis Jasuli.
Lahir pada 24 Februari 1990, Akis dikenal luas sebagai kader muda yang loyal, progresif, dan memiliki latar belakang akademik yang kuat.
Dia dua kali terpilih sebagai anggota DPRD Sumenep, khususnya dari Dapil I (Kecamatan Kota, Batuan, Manding, Kalianget, dan Talango). Selama menjabat, Akis dikenal gigih memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Dengan rekam jejak sebagai Sekretaris DPD NasDem Sumenep sejak 2017, Akis kini fokus memperkuat kelembagaan partai dan konsolidasi struktur kepengurusan hingga akar rumput. Kiprahnya tidak hanya terbatas pada politik praktis, namun juga merambah ke ranah akademik.
Saat ini, ia sedang menempuh program doktoral di Universitas Brawijaya dengan disertasi berjudul “Implementasi Hukum terhadap Stabilitas dan Keamanan Laut Cina Selatan di Area Perbatasan” menunjukkan kepeduliannya pada isu-isu strategis dan geopolitik kawasan.
Akis juga dikenal sebagai penulis buku ASEAN Vs China (ASEAN dalam Pusaran Konflik Laut Cina Selatan), yang dijadikan rujukan di berbagai forum akademik dan diskusi kebijakan luar negeri.
Semangat aktivismenya telah tumbuh sejak masa kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, di mana ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Malang Corruption Watch (MCW).
Sebagai pemimpin muda partai, Akis membawa pendekatan yang inklusif, terbuka pada gagasan baru, dan dekat dengan generasi muda.
Ia menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan serta transformasi partai menuju kekuatan politik yang modern, dinamis, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Keberhasilan politik, latar belakang intelektual, dan konsistensi dalam perjuangan membuat Akis Jasuli dipandang sebagai simbol baru kepemimpinan Madura yang berintegritas dan berorientasi pada masa depan.
Di bawah kepemimpinannya, Partai NasDem Sumenep diyakini akan menjadi kekuatan strategis yang tak hanya kuat di legislatif, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak. Ini merupakan keberhasilan bersama dan mewujudkan yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkas Akis. (ara/ong)





