KABAR MADURA | Ratusan kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX asal Pamekasan siap berlaga. Tahun ini, terdapat 204 atlet dari 28 cabang olahraga (cabor) yang akan diikutkan ke gelaran dua tahunan tersebut.
Pemkab Pamekasan berkomitmen untuk memberikan bonus kepada atlet yang berprestasi di Porprov. Rinciannya, peraih medali emas diproyeksikan memperoleh bonus Rp25 juta, medali perak Rp15 juta, dan medali perunggu Rp10 juta.
Namun sayangnya, di sisi lain, bonus yang dialokasikan untuk peraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 belum ada kejelasan dari pemkab setempat. Padahal, gelaran PON tersebut sudah berlalu hampir satu tahun.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Djohan Susanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengajuan bonus atlet PON sebelum tahun 2025. Namun, hingga kini memang belum ada kepastian dari pemkab, terlebih terjadi perubahan pimpinan daerah. Sehingga, berpengaruh terhadap proses pengajuan.
Sejatinya, lanjut Johan, pemberian hadiah bagi atlet PON bukan tanggung jawab penuh pemkab. Namun, sudah ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Timur. Kendati demikian, sebagai bentuk apresiasi, pihaknya mengajukan ke pemkab terkait bonus bagi atlet yang berprestasi secara nasional tersebut.
“Komunikasi dengan bupati baru, sejauh ini masih di Porprov yang sekarang ini (IX), tidak ke PON. Tapi kami sudah ajukan juga ke pemda terkait bonus PON yang kemarin,” jelasnya, usai kegiatan seremonial pelepasan kontingen Porprov Jatim IX, Kamis (12/6/2025).
Djohan menjelaskan, pihaknya mengajukan total anggaran Rp90 juta untuk bonus atlet PON 2024. Rinciannya, Rp30 juta untuk satu atlet peraih medali emas, dan Rp60 juta sisanya untuk tiga atlet peraih medali perak.
“Tentu akan kami usahakan untuk bonus tersebut,” tegasnya. (nur/zul)





