KABAR MADURA | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep bersama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Cakrawala menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) Film Trisakti 1998 dan Diskusi Publik.
Kegiatan yang berlangsung di kampus Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura pada Rabu (16/06/2026) ini dihadiri oleh jajaran ketua BEM dan LPM se-Kabupaten Sumenep.
Koordinator BEM Sumenep (BEMSU), Salman Farid, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk merefleksikan kembali pemikiran mahasiswa terkait peristiwa Trisakti 1998.
Menurutnya, diskusi publik ini penting untuk menumbuhkan kembali semangat reformasi dan perjuangan dalam mengawal kebijakan rezim pemerintahan saat ini.
“BEMSU berkomitmen untuk terus menghidupkan kembali gerakan mengkritisi rezim hari ini, yang kami nilai telah membawa dampak buruk bagi bangsa Indonesia,” ungkap Salman.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa yang hadir agar tidak bersikap apatis melihat kondisi negara saat ini. Salman mengingatkan bahwa dalam sejarah gerakan 1998, mahasiswa terbukti memiliki peran sentral dalam menumbangkan rezim yang otoriter.
“Pasca-forum ini, dalam waktu satu minggu ke depan, BEMSU siap menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan berbagai persoalan dan dosa rezim hari ini,” tegasnya.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga datang dari salah satu peserta, Fahrul Kurniawan. Ia menilai diskusi publik semacam ini sangat penting untuk memantik ingatan kolektif mahasiswa mengenai sejarah reformasi, sekaligus memicu gerakan besar menuju “Reformasi Jilid II”.
“Saya berharap forum diskusi ini tidak selesai di sini saja. Harus lahir gelombang besar dari mahasiswa untuk kembali menghidupkan ruang-ruang demokrasi,” pungkas Fahrul. (ara/ong)





