Rektor UNIBA Madura: Festival “Ghei Bintang” Wujud Penguatan Akar Budaya Mahasiswa

KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary Madura atau UNIBA Madura menggelar Festival Konser Budaya bertajuk “Ghei Bintang”, Jumat (11/7/2025). Festival ini mengusung tema “Menyalakan Cahaya dari Madura” dan menjadi ajang apresiasi budaya yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan.

Turut hadir dalam festival tersebut tokoh-tokoh budaya seperti budayawan nasional KH. D. Zawawi Imron, empu keris perempuan asal Sumenep Ika Arista dan beberapa pihak lainnya. 

Rektor UNIBA Madura Prof. Rachmad Hidayat mengatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk menumbuhkan kecintaan mahasiswa terhadap tradisi dan budaya lokal. Dia menyampaikan, keberadaan festival tersebut tak lepas dari semangat kampus dalam membangun kembali akar budaya di tengah kehidupan akademik. 

Baca Juga:  UNIBA Madura Dorong Internasionalisasi Mahasiswa, Tawarkan Beasiswa Penuh dan Studi 3,5 Tahun

“Jarang dari kami yang peduli dengan budaya. Maka apa pun bentuk kreativitas mahasiswa UNIBA, terutama yang menyentuh tradisi dan identitas Madura, pasti akan kami dukung,” ujar Prof. Rachmad. 

Dia menambahkan bahwa Ghei Bintang menjadi puncak ekspresi nyata setelah kampusnya membuka mata kuliah khusus bertema Madura Culture, yang merupakan salah satu terobosan akademik di UNIBA. 

Festival ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, namun juga menjadi ruang edukasi budaya. Mahasiswa dilibatkan penuh dalam seluruh proses, mulai dari persiapan teknis, latihan seni, hingga pengelolaan bazar UMKM. 

“Sebelumnya kami telah membuka mata kuliah ‘Madura Culture’, sesuatu yang tidak dimiliki kampus lain. Setelah memasuki tahun kedua atau ketiga pelaksanaan, mahasiswa mampu mengekspresikan nilai budaya Madura secara aktual di tengah masyarakat,” imbuhnya. 

Baca Juga:  Fakultas Hukum UNIBA Madura Perkuat Sinergi dengan APH untuk Dukung Penegakan Hukum

Prof. Rachmad berharap, kegiatan kebudayaan semacam ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus dijalankan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UNIBA Madura. 

“Ini adalah gerakan akar rumput dari mahasiswa untuk merawat warisan budaya. UNIBA akan terus menjadi rumah yang mendukung hal-hal seperti ini,” pungkasnya. 

Moh Iskil El Fatih selaku ketua panitia kegiatan tersebut menyebut festival ini sebagai bentuk keresahan dan harapan generasi muda terhadap identitas budaya Madura. 

“Kami ingin budaya Madura tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga kekuatan yang dirawat bersama,” ujarnya. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *