KABAR MADURA | Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2025 sebenarnya sangat dinanti-nanti oleh masyarakat. Wajar saja, sebab seleksi calon abdi negara yang rutin dibuka setiap tahun ini selalu menawarkan harapan besar, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan dan kepastian jenjang karir.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pendaftaran CPNS biasanya dibuka pada Agustus hingga September, lalu dilanjutkan dengan sejumlah tahapan seleksi yang ketat. Pada 2024, total terdapat 250.407 formasi yang disediakan pemerintah, tersebar di 69 instansi pusat dan 478 instansi daerah. Formasi itu mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari tenaga teknis, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, hingga administrasi.
Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, pemerintah memastikan pada 2025 ini seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tetap digelar, namun bukan dalam bentuk rekrutmen CPNS. Fokus utama seleksi tahun ini sepenuhnya diarahkan pada jalur pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Kabar ini tentu membuat banyak calon pelamar CPNS merasa kecewa. Pasalnya, peluang untuk menjadi PNS tahun ini praktis tertutup. Lebih mengejutkan lagi, rekrutmen PPPK tahun ini hanya dibuka terbatas oleh tiga instansi, yaitu Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kejaksaan Agung, dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dari ketiga instansi itu, Kejaksaan Agung menjadi yang pertama membuka proses seleksi. Pendaftaran seleksi PPPK di lingkungan Kejaksaan telah berlangsung sejak 2 hingga 4 Juli 2025. Formasi yang dibuka pun cukup spesifik, yaitu tenaga kesehatan dengan total kebutuhan sebanyak 1.609 formasi.
Formasi tersebut dibagi ke dalam dua kategori, yakni 1.448 formasi umum dan 161 formasi khusus. Beberapa posisi yang dibutuhkan antara lain dokter, perawat, ahli gizi, analis laboratorium, hingga apoteker. (nur/zul)





