KABAR MADURA | Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang mencatat sebanyak 413 kasus campak hingga pertengahan Agustus 2025.
Jumlah ini dinilai cukup tinggi sehingga mendorong pemerintah terus menggalakkan program imunisasi vaksin Measles-Rubella (MR) di sekolah-sekolah.
Kabid P2P Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal menekan angka penderita campak.
“Yang kami data ada sebanyak 413 orang terdampak campak,” ungkapnya, Minggu (24/8/2025).
Samsul menjelaskan, meningkatnya kasus campak disebabkan beberapa faktor, di antaranya perubahan cuaca serta masih banyak warga yang belum divaksin.
“Banyak warga yang menolak atau tidak berkenan imunisasi divaksin MR ini,” timpalnya.
Samsul menambahkan, kesadaran masyarakat mulai tumbuh setelah jumlah penderita terus bertambah bahkan di daerah lain sempat menimbulkan korban meninggal dunia.
Namun, Samsul memastikan bahwa di Sampang tidak ada kasus kematian meski jumlah penderita sudah mencapai ratusan.
“Untuk Sampang, tidak ada kasus yang meninggal meski jumlah kasusnya mencapai ratusan,” tukasnya. (sub/din)





