KABAR MADURA | Pembelian tembakau hasil panen petani sudah mulai dimulai. Untuk menyerap semua tenbakau petani, legislaif meminta supaya setiap gudang menambah jumlah pembelian.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam menekankan, setiap gudang supaya meningkatkan tonase pembeliannya. Sehingga serapan hasil panen tembakau harus tak tersisa. Untuk itu, politisi PKB itu mengingatkan para pemilik gudang untuk bisa meningkatkan tonase pembeliannya.
“Mohon tonasenya semakin diperbanyak, agar terserap tuntas semua tembakau petani di Pamekasan,” pintanya, Rabu (27/8/2025).
Tak cukup itu, harga beli dari panen tembakau petani didesaknya untuk di atas Biaya Pokok Produksi (BPP), supaya para petani bisa dapat untung dari tanam tembakau tahun ini.
“Kami sangat berharap gudang bisa membeli dengan harga jauh di atas BPP yang sudah ditetapkan, semakin jauh melampaui BPP, petani semakin untung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Basri Yulianto menyampaikan, terdapat 32 gudang lokal dan nasional yang sudah mengajukan persetujuan pembelian.
Dari 8 gudang yang sudah membeli tembaku, tiga di antaranya adalah gudang nasional. Sejauh ini total serapan 1.706 ton dari pembelian yang dilakukan gudang tersebut.
“Jadi dari serapan itu, yang paling banyak pribadi. Rata-rata untuk harga diatas BPP dan tren pembelian ini akan naik, ketika gudang-gudang besar melakukan pembelian,” jelasnya. (rul/ong)





