Dari Aroma Kopi hingga Ruang Uji, Kisah Sony Wijaya Sang Asesor Barista 

Harmoni127 views

KABAR MADURA | Di balik mesin kopi, perjalanan karir Sony Wijaya sebagai barista dimulai. Setiap tetes espresso dan latte foam yang dibuat, seolah menjadi simbol dari proses panjang yang melibatkan keterampilan dan ketekunannya. Sony tidak hanya sebatas menyajikan secangkir kopi, namun dia juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas standar kerja para barista. Komitmen itu mengantarkan Sony menapaki tangga karir yang lebih tinggi saat ini, yakni menjadi asesor barista.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN 

Keseriusan Sony di dunia barista dimulai sejak  2009. Pria kelahiran Lamongan itu mengasah kemampuannya dalam meracik dan memahami karakter biji kopi dari berbagai daerah di Nusantara. Satu persatu teknik membuat kopi dia dalami, mulai dari manual brew seperti membuat V60, hingga meracik kopi menggunakan mesin.

Menurut Sony, setiap jenis kopi menyimpan karakteristik uniknya sendiri, mulai dari rasa, warna, hingga aroma. Di awal perjalanannya, upayanya untuk menyajikan kopi yang sempurna sering kali berakhir dengan kegagalan. Namun, optimisme dan semangatnya tidak pernah luntur, setiap kegagalan justru menjadi langkah baru baginya untuk terus belajar dan menyempurnakan setiap cangkir kopi yang dibuat.

“Awal berkarir justru sebagai bartender di tahun 2003. Saat itu posisinya kuliah sambil kerja. Baru di tahun 2009, jadi barista,” ungkapnya usai memberikan pelatihan barista yang diadakan oleh Diskop UKM dan Naker Pamekasan, Rabu (27/8/2025).

JJS Kabar Madura

Tidak puas hanya belajar secara otodidak, Sony terus mengasah kemampuannya melalui berbagai ajang kejuaraan barista. Prestasinya pun tidak kalah gemilang, dia beberapa kali meraih kejuaraan, seperti  Juggling SBO TV 2010 dan menjadi pemenang pertama Mixology VIBE Competition. Tidak hanya itu, Sony juga berpartisipasi di Indonesia Barista Championship (IBC).

Semua pencapaian itu bukan hasil instan. Sejak menempuh kuliah perhotelan di Surabaya, Sony telah membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang matang. Berkat fondasi kuat itu, keahliannya sebagai barista kini tidak diragukan lagi.

Tidak puas di dalam negeri, Sony juga memperluas pengalamannya hingga ke luar negeri, seperti ke Malaysia.

Perlahan, kini bapak dari tiga anak itu menjadi sosok yang disegani di dunia spesialis barista. Sony berhasil mendapatkan legalitas sebagai asesor barista bersertifikat pada 2024 sekaligus instruktur yang aktif memberikan pelatihan barista di berbagai tempat.

“Menjadi instruktur butuh kepercayaan dari semua pihak. Kendalanya harus punya sertifikat kompeten. Sedangkan uji legalitasnya tidak setiap tahun ada, apalagi untuk asesor,” tutup Owner Rumah Kopi Institut itu. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *