KABAR MADURA | Penerapan sekolah daring di berbagai daerah sudah dilakukan, namun tidak di Pamekasan. Sebab sejauh ini, kondisi dan situasinya masih tetap terkendali.
Untuk menerapkan sekolah daring, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan daerah terkait kebijakan tersebut.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Moh. Alwi menyampaikan, aktivitas belajar mengajar saat ini masih berjalan normal sebagaimana biasanya. Sebab kondisi Pamekasan masih tergolong aman dan terkendali.
“Penerapan sekolah daring, kami masih menunggu instruksi dari pimpinan. Sementara belum ada instruksi, jadi tetap seperti biasa,” ungkapnya, Senin (1/9/2025).
Menurutnya, berbagai opsi sudah mulai disiapkan sebagai langkah antisipasi, termasuk kemungkinan menggunakan aplikasi zoom meeting seperti saat pandemi Covid-19 lalu.
“Jika semisal sekolah daring nanti diterapkan, maka polanya tidak jauh berbeda dengan yang pernah dilakukan saat Covid-19,” ujarnya.
Meski demikian, Alwi menyampaikan sampai saat ini belum ada rapat resmi untuk membahas secara detail teknis penerapan sekolah daring. Namun, setelah apel pagi, pihaknya bersama jajaran sempat mendiskusikan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam waktu dekat.
“Kami belum merapatkan secara formal, tapi tadi setelah apel kami bahas berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Namun, sampai sekarang memang belum ada keputusan final,” terangnya.
Alwi berharap, situasi dan kondisi di Pamekasan tetap aman dan terkendali, sehingga proses pendidikan bisa berjalan lancar tanpa harus beralih ke pola pembelajaran daring.
“Harapan kami, masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Pendidikan itu butuh dukungan semua pihak, agar anak-anak tetap bisa belajar dengan baik dalam kondisi yang kondusif,” pungkasnya. (rul/ong)





