KABAR MADURA | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan mewaspadai lonjakan kasus campak. Hingga Senin (9/9/2025), sebanyak 25 pasien masih menjalani perawatan intensif di ruang anak.
Dalam rangka mengantisipasi meningkatnya pasien campak, RSUD SMart Pamekasan telah menyiapkan 27 bed tambahan khusus sebagai ruang isolasi campak.
Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Budi Susanto menjelaskan, ruang isolasi difokuskan bagi pasien anak, mengingat campak paling sering menyerang usia di bawah 10 tahun.
“Kalau dewasa jarang terkena karena sudah memiliki kekebalan. Jadi pelayanan kami prioritaskan untuk anak-anak,” katanya, Selasa (9/9/2025).
Sejak Januari hingga pekan pertama September 2025, tercatat 289 pasien campak telah ditangani di RSUD SMart. Dari jumlah itu, enam pasien meninggal dunia, termasuk satu pasien asal Kabupaten Sumenep. Kendati demikian, sebagian besar pasien dapat tertangani dengan baik.
Menurut dr. Budi, dari 27 bed yang disiapkan, belum seluruhnya terisi. Sedangkan sisanya tetap dipakai untuk perawatan pasien anak lain. Pihaknya terus siaga dalam pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien.
“Kalau terjadi wabah luar biasa, semua ruang anak bisa dijadikan isolasi campak. Saat ini kondisinya masih terkendali,” terangnya.
Kebijakan di RSUD SMart Pamekasan mengisolasi pasien campak dengan tujuan mencegah penularan silang di dalam rumah sakit. Pasien anak dengan penyakit menular lain juga ditempatkan di ruang khusus tersebut, sedangkan pasien penyakit yang tidak menular tetap dirawat sebagaimana biasanya di ruang anak. (rul/ong)





