KABAR MADURA | Meningkatnya kasus campak di Sampang mendapat perhatian serius dari Dewan Kesehatan Rakyat (DKR). Mereka mendesak Dinas Kesehatan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pencegahan dan penanganan penyakit tersebut.
Menurut data Dinkes KB Sampang, hingga Agustus 2025 jumlah kasus campak tercatat mencapai 653 kasus.
Koordinator DKR Sampang Mausul menilai pemerintah daerah melalui Dinkes belum maksimal dalam melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya campak. Padahal, penyakit menular ini bisa dicegah melalui imunisasi.
“Kasus penyebaran penyakit campak bukan hal baru di Sampang, seharusnya hal itu dapat dilakukan pencegahan sejak dini oleh dinas kesehatan,” katanya, Senin (15/9/2025).
Dia menambahkan, program imunisasi harus mendapat perhatian lebih dengan pengawasan ketat terhadap semua petugas di lapangan.
“Perlu diingat, Sampang menjadi kabupaten dengan IPM terendah dikarenakan faktor kesehatan masyarakatnya juga rendah,” imbuhnya.
Sementara itu, Surveilans Imunisasi P2P Dinkes KB Sampang Esti Utami mengakui masih banyak anak di daerah itu yang belum mendapat imunisasi sehingga sangat rentan terhadap paparan virus.
“Cakupan imunisasi Measles Rubelle masih rendah, hal itu menjadi penyebab utama merebaknya penularan,” tuturnya.
Dia memastikan, pihaknya kini sudah memperketat pengawasan pelayanan kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga desa.
“Tim surveilans sudah diterjunkan untuk mengendalikan penyebaran penyakit agar tidak meluas,” jelasnya. (yan/zul)





