KABAR MADURA | Dari anak satpam sekolah hingga menjadi kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur di Sampang, perjalanan hidup Mas’udi Hadiwijaya adalah kisah tentang bagaimana kesederhanaan, kerja keras, dan keyakinan pada pendidikan mampu mengalahkan segala keterbatasan.
SOFIYANTO, SAMPANG
Tidak banyak orang yang mampu membalikkan keterbatasan menjadi kekuatan. Mas’udi Hadiwijaya adalah salah satunya. Lahir dari keluarga sederhana di Sampang, ayahnya seorang satpam sekolah dan ibunya berdagang mainan di pasar. Dari lingkungan itu, dia tumbuh dengan kesadaran bahwa hidup harus dijalani dengan tanggung jawab, kerja keras, dan kejujuran.
“Sejak kecil saya terbiasa hidup sederhana. Ayah hanya seorang satpam sekolah, dan ibu pedagang mainan di pasar. Tapi mereka selalu mengajarkan arti tanggung jawab dan kejujuran. Itu yang menjadi pegangan saya sampai hari ini,” cerita Mas’udi kepada Kabar Madura, Minggu (16/9/2025).
Keterbatasan ekonomi tidak membuat langkahnya surut. Pendidikan dasar dia jalani di sekolah tempat sang ayah bekerja. Setelah itu, jalan panjang penuh perjuangan terus dia tapaki. Sambil membantu orang tua, Mas’udi tetap berusaha belajar sebaik mungkin.
“Saya yakin pendidikan adalah jalan untuk mengubah nasib,” katanya mantap sambil mengenang masa lalu.
Perjuangan itu berbuah. Sejak remaja dia terbiasa aktif di organisasi, mulai dari OSIS di sekolah hingga intra dan ekstra kampus saat kuliah. Dari sanalah mental kepemimpinan dan semangat pengabdiannya ditempa.
“Saya tidak pernah menyangka bisa sampai di posisi ini. Semua saya jalani dengan tekun, disiplin, dan terus belajar,” ujarnya.
Kini, sebagai kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Sampang, Mas’udi memandang jabatannya bukan sekadar prestasi pribadi. Baginya, ini adalah amanah besar.
“Saya ingin mengabdikan diri untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sampang. Anak-anak kita harus mendapat kesempatan yang lebih baik daripada yang saya alami dulu,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pesannya sederhana tapi kuat. Dia percaya generasi muda harus tetap bersemangat, tidak boleh menyerah pada keadaan.
“Tidak ada alasan untuk putus asa. Keterbatasan ekonomi bukan halangan jika mau berjuang. Hindari pergaulan bebas, fokuslah belajar, dan jangan pernah menyerah,” pungkasnya.
Dari anak seorang satpam sekolah hingga memimpin cabang dinas pendidikan, perjalanan hidup Mas’udi adalah bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dan keyakinan pada pentingnya pendidikan mampu membuka pintu menuju cita-cita tertinggi. (zul)





