KABAR MADURA | Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto turun gunung. Dia menilai sangat serius kisruh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya. Utamanya yang membuat para siswa keracunan dan muntah-muntah usai mengonsumsi menu MBG.
Menurut polisi asal Bangkalan itu, aparat kepolisian di Polsek Pegantenan telah mengambil sampel menu MBG yang diduga menyebabkan siswa keracunan. Termasuk polisi juga mulai menggali keterangan dari sejumlah pihak, meliputi korban, orang tua siswa, guru, dan kepala sekolah.
“Kasus tersebut terjadi di SD Negeri 1 Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan pada 16 September 2025,” ujar AKBP Hendra, Senin (22/9/2025).
Dijelaskan, polisi juga menggali keterangan dari pihak penyedia makanan, yaitu pengelola dapur Satuan Pelayanan Pememuhan Gizi (SPPG) Al-Bukhori Murtajih. SPPG tersebut yang menyalurkan menu MBG ke SDN Pasanggar 1.
SPPG Al-Bukhori Muratjih telah melayani ribuan orang dalam program andalan Presiden Prabowo Subianto itu. Dari ribuan paket nasi tersebut, empat orang yang mengalami keracunan, yakni siswa di SDN 1 Pasanggar, Pamekasan.
“Para orang tua siswa jangan panik. Dugaan sementara kemungkinan dari ompreng yang digunakan sebagai wadah makanan. Sebab, dari ribuan orang mengonsumsi makanan tersebut, hanya empat orang yang diduga mengalami keracunan,” ungkapnya.
Beberapa hari sebelumnya, kasus keracunan makanan pada program MBG juga terjadi di TK Al-Falah, Talanakan, Pamekasan. Terdapat delapan siswa terpaksa harus dirujuk ke RSUD dr. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan karena mengalami keracunan.
AKBP Hendra juga menekankan kepada Polsek Tlanakan agar mengusut tuntas kasus tersebut. Dengan begitu, ketegasan polisi tidak hanya menjurus pada kasus keracunan menu MBG di Kecamatan Pegantenan.
Tak hanya kasus keracunan. Terbaru, kisruh akibat program MBG di Pamekasan turut menimpa siswa SMAN 3 Pamekasan. Mereka mendapati belatung yang menggeliat di menu MBG.
Hasil penyelidikan oleh pihak sekolah dan penyedia makanan disimpulkan, belatung yang ada di makanan itu, kemungkinan dari buah jeruk yang luka, hingga akhirnya mengeluarkan belatung. Kasus tersebut menjadi viral usai siswa SMAN 3 Pamekasan memvideo dan menyebarkannya di media sosial.
Tanggapan Kepala Sekolah
Dalam video berdurasi 23 detik itu, terlihat belatung kecil yang sedang merayap pada sendok lauk telur bali di menu MBG. Para siswa memvideonya sembari menyebut nama Presiden Prabowo.
Kepala SMAN 3 Pamekasan Wardi membenarkan bahwa menu MBG yang viral itu memang di sekolahnya. Menurutnya, memang ada satu menu MBG yang ada belatungnya.
Saat kejadian, Wardi langsung memanggil siswa yang bersangkutan. Siswanya membenarkan kalau ada ulat di lauk telur balinya.
“Sementara untuk menu MBG yang lain seperti nasi, buah dan sayur, tidak ada ulatnya,” ujar Wardi, Jumat (19/9/2025).
Yang lain aman, tambah Wardi, semua makanan dihabiskan oleh siswa. Hanya satu ompreng saja yang ada belatungnya.
“Analisis kami, belatung berasal dari ujung jeruk yang agak busuk,” ujarnya.
Pihaknya mengaku telah memanggil Kepala SPPG Dapur Usamah untuk mengecek secara langsung makanan yang disalurkan.
Kepala SPPG Dapur Usamah Adli Chory Nauval Safari mengungkapkan, saat tiba di SMAN 3 Pamekasan, ompreng yang ada belatungnya sudah disatukan dengan ompreng lainnya.
Niatnya mau dicek dari apanya yang bermasalah. Kalau kebersihan ompreng di dapur, Adli memastikan sudah menggunakan oven. Bisa jadi dari buah atau sayur.
“Kejadian ini, kemungkinan juga akibat ketidaktelitian salah satu staf saya. Bisa jadi ada buah yang terlewat untuk dicek oleh staf saya. Namanya juga manusia pasti ada salahnya,” ujar Adli. (rul/zul)





