KABAR MADURA | Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2025 di Pamekasan hanya difokuskan pada tiga desa dengan total 42 penerima. Dari jumlah tersebut, hanya lima orang tua siswa sekolah rakyat (SR) yang berhasil lolos sebagai penerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menjelaskan, data calon penerima awalnya dikirim dari Kementerian Sosial melalui Dinsos, kemudian diteruskan ke Kementerian Perumahan. Namun, setelah dilakukan verifikasi teknis, hanya tiga desa yang memenuhi syarat, yakni Desa Panaguan Kecamatan Larangan, Desa Pakong Kecamatan Pakong, dan Desa Pegantenan Kecamatan Pegantenan.
“Total penerimanya hanya 42 orang. Dari masing-masing desa yang terdapat SR memang dimasukkan, tapi jumlahnya sangat terbatas,” katanya, Senin (29/9/2025).
Koordinator PKH Pamekasan Luqman menambahkan, kuota 42 penerima itu sesuai regulasi dan juknis dari Kementerian Perumahan. Rinciannya, Desa Panaguan mendapat 15 penerima dengan dua di antaranya wali siswa SR, Desa Pegantenan juga 15 penerima termasuk satu wali SR, sedangkan Desa Pakong terdapat 12 penerima dengan dua wali SR.
“Total wali SR hanya lima orang, sisanya masyarakat umum yang memenuhi syarat sebagai penerima RTLH,” ujarnya.
Semula data yang diusulkan mayoritas berasal dari wali SR, dengan total sekitar 50 orang. Namun, lanjut Luqman, aturan mewajibkan minimal 10 penerima per desa, sehingga sebagian besar usulan wali SR tidak bisa masuk.
Sementara itu, Staf Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Dwi Budayana Eka Dewantara menegaskan bahwa pihaknya hanya menerima keputusan dari pemerintah pusat.
“Awalnya banyak desa yang diusulkan, tetapi karena jumlah wali SR di tiap desa hanya 1–2 orang, akhirnya diputuskan fokus pada tiga desa. Total tetap 42 penerima,” terangnya.
Dengan kondisi tersebut, program BSPS 2025 di Pamekasan lebih banyak menyasar masyarakat umum kategori RTLH. Meski demikian, prioritas wali siswa SR tetap diperhitungkan, meskipun jumlah penerimanya sangat terbatas. (rul/ong)





