Belajar Ekologi Lewat Aksi Nyata, SMP Terpadu Miftahul Ulum Kapedi Kunjungi UPT Jatian Annuqayah

Pendidikan41 views

KABAR MADURA | Suasana Sabtu pagi (27/9/2025) terasa berbeda bagi ratusan siswa SMP Terpadu Miftahul Ulum Kapedi. Mereka tak hanya duduk di kelas seperti biasanya, melainkan terjun langsung mengikuti kunjungan edukatif ke UPT Jatian Annuqayah.

MOH.RAZIN, SUMENEP 

Kegiatan itu dalam rangkaian puncak tema ekologi yang tengah dipelajari. Mereka disambut hangat oleh pengelola UPT, para siswa diajak menelusuri proses pengolahan sampah dari awal hingga menjadi produk bernilai guna.

Mulai dari pemilahan, pengolahan sampah plastik menjadi paving blok, hingga proses fermentasi sampah organik menjadi pupuk. Tak hanya menonton, mereka juga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik-teknik pengolahan tersebut.

Baca Juga:  Proyek KDMP Sumenep Baru Satu Tuntas, DPRD Ingatkan Nyawa Ekonomi

Bagi para siswa, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam. Melihat sampah yang semula dianggap tak berguna berubah menjadi barang bermanfaat membuka wawasan baru tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Kepala SMP Terpadu Miftahul Ulum Kapedi, Muhsinuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan sekolah.

Menurutnya, melalui kunjungan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami dan mempraktikkan langsung bagaimana cara menjaga kelestarian lingkungan.

“Sampah bukan sekadar sesuatu yang dibuang, melainkan bisa menjadi bernilai jika dikelola dengan baik. Menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan kita,” ujarnya.

Baca Juga:  UNIBA Madura Sulap Pasar Anom Jadi Laboratorium Bisnis Mahasiswa, Prof. Achsanul Qosasi: Harus Berani Menjual dan Mencipta

Muhsinuddin menekankan bahwa kegiatan di luar kelas seperti ini merupakan pengalaman berharga yang akan membentuk karakter peduli lingkungan bagi siswa.

“Kami ingin anak-anak terbiasa memilah sampah sejak dini, peduli pada kebersihan, dan mampu menularkan semangat menjaga lingkungan baik di rumah maupun di masyarakat,” tambahnya.

Dengan kunjungan ini, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga motivasi untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

“Belajar ekologi tak lagi sekadar konsep di buku, melainkan aksi nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *