UNIBA Madura Sulap Pasar Anom Jadi Laboratorium Bisnis Mahasiswa, Prof. Achsanul Qosasi: Harus Berani Menjual dan Mencipta

KABAR MADURA | Langkah progresif kembali ditunjukkan Universitas Bahaudin Mudhary atau UNIBA Madura dalam mendorong lahirnya generasi wirausaha muda. Melalui program Inovatif Collaboration Project (ICP), kampus ini tampil sebagai motor penggerak ekonomi berbasis mahasiswa di Sumenep. 

Program inovatif tersebut melibatkan hampir 1.000 mahasiswa yang dibagi dalam 100 kelompok. Mereka secara langsung menjalankan usaha di ruko lantai dua Pasar Anom Sumenep selama satu semester, menjadikan kampus tidak hanya sebagai pusat teori, tetapi juga laboratorium bisnis nyata. 

Ketua Yayasan Qudsiyah Bahaudin Mudhary, Prof Achsanul Qosasi, menegaskan bahwa ICP merupakan langkah konkret UNIBA dalam membentuk mental kewirausahaan mahasiswa sejak dini. 

“Hanya ada dua cara kalian menghasilkan uang dan berbisnis. Satu adalah menjual, yang kedua adalah mencipta,” tegasnya. 

Menurutnya, keberanian untuk turun langsung ke pasar menjadi kunci utama keberhasilan. Ia bahkan menekankan bahwa tantangan terbesar mahasiswa bukan sekadar menjual produk, tetapi bagaimana menarik perhatian konsumen agar datang. 

“Tugas utama kalian adalah mendatangkan orang untuk naik ke lantai dua. Dari situlah proses bisnis dimulai,” ujarnya penuh motivasi. 

Tidak hanya mengandalkan penjualan langsung, mahasiswa juga didorong memanfaatkan platform digital sebagai strategi pemasaran. Pendekatan ini menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing sekaligus memperluas jangkauan pasar. 

Program ICP UNIBA Madura pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menilai langkah tersebut sebagai inovasi cerdas yang mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di lantai dua Pasar Anom. 

Baca Juga:  Wabup Sumenep Tinjau Tes CAT Rekrutmen BLUD RSUD dr Moh Anwar di UNIBA Madura

“Ini inovasi yang sangat bagus untuk menarik masyarakat agar mau naik ke lantai dua. Ada aktivitas, ada pergerakan ekonomi,” ungkapnya. 

Dia juga menyoroti kolaborasi UNIBA dengan BPRS Bhakti Sumekar sebagai kekuatan strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis generasi muda. Menurutnya, integrasi pemasaran offline dan online menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. 

Program ICP dirancang sebagai uji coba selama empat bulan. Pemerintah daerah pun berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampaknya, khususnya dalam meningkatkan kunjungan dan geliat ekonomi di Pasar Anom. 

“Dengan inovasi berkelanjutan seperti ini, UNIBA Madura diharapkan tidak hanya mencetak lulusan akademis, tetapi juga melahirkan pelaku usaha muda yang siap bersaing,” pungkasnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *