Pemkab Sumenep Resmikan Sekolah Rakyat, Wujud Akses Pendidikan bagi Masyarakat Tidak Mampu

Pendidikan128 views

KABAR MADURA | Pemkab Sumenep secara resmi meluncurkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR) program pendidikan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Peresmian berlangsung di SKD Batuan, Selasa (30/9/2025).

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, kehadiran SR menjadi langkah nyata untuk memastikan seluruh anak di Sumenep memperoleh hak pendidikan tanpa terkendala biaya.

“Saat ini Sekolah Rakyat sudah ada di Sumenep untuk memberikan pendidikan kepada semua masyarajat. Hak ini diharapkan melahirkan generasi cerdas, terampil, berkarakter, dan berakhlak mulia, sekaligus mampu bersaing menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Kawal Penyaluran 298 Sapi Kurban dari Said Abdullah untuk Masyarakat Madura

Fauzi menambahkan, Pemkab Sumenep berkomitmen penuh mendukung program ini guna menekan angka putus sekolah, sekaligus menghadirkan pemerataan pendidikan bermutu.

Bahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Desa Patean, Kecamatan Batuan, untuk pembangunan sekolah rakyat permanen yang dijadwalkan dimulai pada 2026.

JJS Kabar Madura

“Untuk sementara, aktivitas belajar ditempatkan di SKD Batuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat, Norani Yanuar S mengatakan, jumlah peserta didik pada tahap awal mencapai 96 anak, terdiri atas 46 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 50 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga:  UNIBA Madura Gelar PEKSIMA Perdana 2026, Wadah Bakat Seni Mahasiswa

Menurutnya, fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, tenaga pengajar, wali asuh, hingga pengelola asrama sesuai dengan ketentuan.

“Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dimulai setelah masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada 13 Oktober 2025 mendatang,” ungkapnya.

Dengan hadirnya program ini, Pemkab Sumenep berharap dapat mencetak generasi unggul sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih pendidikan berkualitas. (ara/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *