Dosen UIN Madura Dorong Optimalisasi Aset Desa Melalui Durian Lokal Pagantenan

Pendidikan45 views

KABAR MADURA | Tim dosen UIN Madura melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, dengan mengusung tema “Optimalisasi Aset Desa sebagai Sumber Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal.”

Kegiatan tersebut difokuskan pada pendampingan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan aset desa berupa durian lokal Pagantenan, yang dikenal memiliki potensi ekonomi tinggi namun beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berupa gagal panen.

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen menghadirkan Ir. Kusnanto, seorang praktisi pertanian dan perkebunan sukses asal Blitar, yang telah berpengalaman luas dalam pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi desa. Melalui sesi penyuluhan dan diskusi interaktif, Ir. Kusnanto membagikan wawasan mendalam tentang teknik merawat, memupuk, dan mengelola pohon durian agar tetap produktif dan menghasilkan buah berkualitas unggul.

“Durian lokal Pagantenan memiliki karakteristik unik — daging buahnya lembut dan rasanya khas, tidak kalah dari durian unggul lainnya. Hanya saja, diperlukan perawatan yang tepat agar pohonnya tetap subur dan berbuah setiap tahun,” ujar Ir. Kusnanto dalam paparannya di hadapan masyarakat Bulangan Barat.

Baca Juga:  Etika Perlindungan Generasi Digital: IBS PKMKK Mendukung Kebijakan Pembatasan Akses Digital Anak

Permasalahan yang dihadapi petani durian di daerah ini cukup kompleks, mulai dari buah yang rusak atau kurang manis, minimnya pengetahuan tentang tata kelola kebun, hingga pohon yang tidak lagi berbuah selama beberapa tahun terakhir. Menanggapi hal itu, tim PKM bersama narasumber dan masyarakat turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi kebun durian serta memberikan rekomendasi perawatan berdasarkan pengalaman praktis.

JJS Kabar Madura

Sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme peserta, Ir. Kusnanto memberikan hadiah berupa bibit durian jenis Musang King kepada salah satu warga yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar pada sesi diskusi. Momen ini menambah semangat masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi durian lokal Pagantenan.

Selain memberikan wawasan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan aset desa secara berkelanjutan. Masyarakat Bulangan Barat menyambut kegiatan ini dengan antusias; beberapa petani bahkan langsung mempraktikkan saran perawatan yang diberikan di kebun mereka.

Baca Juga:  Pasar Mahasiswa UNIBA Madura Hidup Kembali, Laris Lewat Live Selling

Sebagai tindak lanjut, tim PKM UIN Madura akan melakukan pendampingan intensif secara daring dan luring. Pendampingan daring dilakukan melalui grup WhatsApp yang dipantau langsung oleh tim pengabdi dan narasumber untuk memberikan konsultasi rutin, sedangkan pendampingan luring dilakukan melalui kunjungan lapangan berkala guna memantau perkembangan dan memberi arahan terhadap proses perbaikan perawatan pohon durian.

Kegiatan PKM ini diharapkan menjadi awal kebangkitan kembali durian lokal Pagantenan sebagai maskot desa dan komoditas unggulan daerah. Ke depan, tim dosen UIN Madura berencana melanjutkan program pendampingan dan penelitian terapan agar pengelolaan durian lokal tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi ikon pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal Madura.

“Kami berharap, melalui sinergi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat, durian Pagantenan dapat kembali menjadi kebanggaan ekonomi desa sekaligus inspirasi bagi desa-desa lain di Pamekasan,” ungkap salah satu anggota tim dosen UIN Madura. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *