KABAR MADURA | Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bunten Barat 3, Kecamatan Ketapang, Sampang, kini memprihatinkan. Bangunan sekolah yang telah berdiri puluhan tahun itu mengalami kerusakan parah dan tidak pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. Akibatnya, proses belajar mengajar terganggu, bahkan sebagian siswa terpaksa belajar di teras dan ruang seadanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah ruang kelas dengan dinding retak, atap ambruk, dan bangku sekolah yang sudah tidak layak pakai.
Kepala SDN Bunten Barat 3, Tika Kartika, mengaku telah berkali-kali mengusulkan rehabilitasi bangunan, namun hingga kini belum mendapatkan respons dari dinas terkait.
“Kerusakan sejak tahun 2018, sudah kami ajukan perbaikan, namun sampai hari ini belum ada perbaikan,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Dia menjelaskan, untuk sementara pihak sekolah berupaya menambal bagian bangunan yang rusak serta melakukan pengecatan menggunakan dana pribadi.
“Selama dua tahun terakhir kami melakukan penambalan dan pengecatan dengan anggaran seadanya, dengan tujuan mengurangi kerusakan dan menarik siswa untuk sekolah di sini. Kalau dilihat dari luar lumayan bagus, tapi aslinya kondisi bangunan hancur,” ungkapnya.
Saat ini, kata Tika, hanya dua ruang kelas yang masih bisa digunakan. Satu ruang dimanfaatkan untuk kantor, sedangkan satu kelas digunakan untuk kegiatan belajar mengajar kelas satu hingga kelas empat.
“Adapun kelas lima dan enam belajar di teras,” keluhnya.
Tika berharap ada perhatian serius dari pemerintah terhadap nasib siswa dan kelayakan bangunan sekolah.
“Saat ini ada sebanyak 45 siswa yang belajar di sekolah kami. Kami tidak muluk-muluk, hanya berharap supaya sekolah kami juga layak seperti sekolah pada umumnya,” harapnya.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud menegaskan, pemerintah seharusnya melakukan pemetaan terhadap kondisi fisik seluruh sekolah di daerah. Menurutnya, kalau memang anggaran daerah tidak cukup, sebagian dari dana BOS bisa digunakan untuk pemeliharaan.
““Kondisi bangunan sekolah harus dijadikan prioritas. Jadikan apa yang terjadi di Al Khoziny (Sidoarjo) sebagai pelajaran,” tegasnya, Selasa (7/10/2025). (yan/zul)





