Satgas MBG Pamekasan Sidak SPPG, Dorong Dapur Miliki Dua Sertifikasi Utama

Berita84 views

KABAR MADURA | Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur MBG milik Yayasan Abdul Mu’thi, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan ini sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan program MBG sekaligus memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang telah ditetapkan.

Ketua Satgas MBG Pamekasan H. Sukriyanto meninjau langsung berbagai aspek penting, mulai dari kondisi fasilitas dapur, kelengkapan peralatan, hingga sistem pengelolaan air dan sanitasi.

Wakil Bupati Pamekasan itu menegaskan, kualitas layanan dapur MBG harus terus dijaga dan ditingkatkan seiring dengan besarnya tanggung jawab program tersebut dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

“Kami akan terus memantau sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Standar dapur harus benar-benar terpenuhi, mulai dari tempat memasak, pencucian, penyimpanan bahan hingga pembuangan air,” ujarnya.

Menurutnya, aspek keamanan dan kebersihan merupakan hal mutlak yang tidak boleh diabaikan. Dapur MBG bukan sekadar tempat produksi makanan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara luas.

Yayasan Abdul Mu’thi sendiri diketahui menyalurkan sekitar 3.600 porsi makanan setiap hari kepada masyarakat di Desa Pademawu Timur dan Desa Tanjung.

Operasional dapur ini melibatkan 47 karyawan serta 3 staf pendukung, menunjukkan skala layanan yang cukup besar dan membutuhkan pengelolaan profesional.

Baca Juga:  Disdukcapil Pamekasan Klarifikasi Iuran Rp2,6 Juta Peserta Bimtek

Dalam upaya meningkatkan standar kualitas, Satgas MBG Pamekasan saat ini mendorong seluruh SPPG untuk mengantongi dua sertifikasi utama, yakni Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Kedua sertifikasi ini menjadi indikator penting dalam menjamin keamanan pangan.

Proses sertifikasi dimulai dari pengurusan SLHS sebagai tahap awal. Setelah itu, dapur dapat melanjutkan ke sertifikasi HACCP yang menekankan pengendalian risiko dalam setiap tahapan produksi makanan secara lebih detail dan sistematis.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan program MBG tidak hanya berjalan secara kuantitas, tetapi juga berkualitas tinggi. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *