KABAR MADURA | Daerah rawan kekeringan di Pamekasan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, utamanya di tingkat dusun.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, jumlah desa yang tercatat mengalami kekeringan ada 76 desa dari 11 kecamatan. Dari jumlah desa tersebut, mencakup 231 dusun. Hasil itu berdasarkan assessment yang telah dilakukan oleh BPBD setempat.
Sedangkan tahun lalu, meliputi 269 dusun dari 76 desa dan 11 kecamatan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan Achmad Zainullah mengatakan, berkurangnya daerah rawan kekeringan itu terdapat beberapa faktor, di antaranya adanya program pengeboran dari pemkab.
“Selain itu pengeboran dari masyarakat sendiri juga sudah banyak dilakukan, ditambah faktor anomali cuaca juga,” terangnya kepada Kabar Madura, Rabu (8/10/2025).
Dari ratusan titik kekeringan yang ada, 73 kawasan masuk kering kritis, sementara 158 titik sisanya masuk dalam kering langka.
Disebutkan, dua kecamatan yang tidak masuk dalam peta rawan kekeringan adalah Kecamatan Pakong dan Kecamatan Pamekasan.
Kendati realisasi dropping air belum bisa dipastikan kapan, sejauh ini pihaknya tetap memenuhi dan mensuport permintaan distribusi air yang diajukan oleh warga.
“Permintaan tetap kami support dan kami berharap, kelangkaan air di tiap daerah terus berkurang,” tutupnya. (nur/zul)





