Daerah Rawan Kekeringan di Pamekasan Alami Penurunan 

Berita109 views

KABAR MADURA | Daerah rawan kekeringan di Pamekasan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, utamanya di tingkat dusun. 

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, jumlah desa yang tercatat mengalami kekeringan ada 76 desa dari 11 kecamatan. Dari jumlah desa tersebut, mencakup 231 dusun. Hasil itu berdasarkan assessment yang telah dilakukan oleh BPBD setempat. 

Sedangkan tahun lalu, meliputi 269 dusun dari 76 desa dan 11 kecamatan. 

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan Achmad Zainullah mengatakan, berkurangnya daerah rawan kekeringan itu terdapat beberapa faktor, di antaranya adanya program pengeboran dari pemkab. 

Baca Juga:  Dinsos Pamekasan Gelar Sosialisasi BLT DBHCHT Bersama 158 Perusahaan Rokok Legal

“Selain itu pengeboran dari masyarakat sendiri juga sudah banyak dilakukan, ditambah faktor anomali cuaca juga,” terangnya kepada Kabar Madura, Rabu (8/10/2025). 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dari ratusan titik kekeringan yang ada, 73 kawasan masuk kering kritis, sementara 158 titik sisanya masuk dalam kering langka.

Disebutkan, dua kecamatan yang tidak masuk dalam peta rawan kekeringan adalah Kecamatan Pakong dan Kecamatan Pamekasan.

Kendati realisasi dropping air belum bisa dipastikan kapan, sejauh ini pihaknya tetap memenuhi dan mensuport permintaan distribusi air yang diajukan oleh warga. 

Baca Juga:  Bupati Sumenep Imbau Warga Waspada El Nino, Antisipasi Kekeringan dan Cuaca Ekstrem

“Permintaan tetap kami support dan kami berharap, kelangkaan air di tiap daerah terus berkurang,” tutupnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *