PKL Pamekasan Keluhkan Sepinya Food Colony, Minta Arek Lancor Diaktifkan Lagi

Berita107 views

KABAR MADURA | Kawasan sentra PKL Food Colony kembali menuai keluhan dari para pedagang. Setelah hampir satu tahun menempati area itu, mereka menilai lokasi itu belum mampu memberikan hasil sesuai harapan. Kini, sejumlah pedagang meminta agar kawasan Arek Lancor (Arlan) diaktifkan kembali sebagai tempat berjualan, seperti sebelum adanya relokasi.

Ketua Paguyuban Aliansi Pedagang Kaki Lima (PKL) Pamekasan Bambang Widiatmono mengungkapkan, selama sembilan bulan berjualan di Food Colony, pendapatan para pedagang jauh menurun. Padahal, kebutuhan hidup sehari-hari semakin meningkat.

“Pendapatan setiap harinya di bawah Rp50 ribu semenjak di Food Colony. Sementara ketika di Arlan bisa di atas seratus ribu,” jelasnya, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga:  DPRD Pamekasan Soroti Kemiskinan dan Pengangguran dalam Pembahasan LKPJ 2025

Melihat kondisi tersebut, Bambang bersama rekan-rekannya meminta agar Pemkab Pamekasan mengizinkan kawasan Monumen Arek Lancor kembali difungsikan sebagai tempat berdagang. Menurutnya, lokasi alun-alun jauh lebih strategis dan mudah dijangkau pembeli.

Bambang menambahkan, jika pemerintah tidak mengizinkan pedagang kembali ke Arek Lancor, mereka tetap bersedia menempati Food Colony, dengan catatan kawasan itu direnovasi total. Dia menilai denah bangunan yang ada saat ini tidak sesuai dengan kebutuhan para PKL.

“Jika nanti di Arlan dibuka untuk PKL, kami tidak akan sembarangan. Kami siap ditata dan menaati peraturan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Muttaqin menegaskan, aspirasi para pedagang akan ditampung dan dikaji lebih lanjut oleh pihak terkait sebelum ada keputusan resmi.

“Yang jelas aspirasi masyarakat harus kita dengarkan. Tapi apakah diterima atau tidaknya, itu harus dikaji bersama, terlebih kami hanya pelaksana teknis, bukan pembuat kebijakan,” tukasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *