UIN Madura Jaring Muslim Usia Dini: PKM “Lite” di Thailand Tanam Pondasi Toleransi Lewat Lagu dan Hafalan

Pendidikan64 views

KABAR MADURA | Hat Yai, Songkhla, Thailand – 11 Oktober 2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali melancarkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan fokus krusial: mengamankan pemahaman Islam di tingkat paling dasar. Kali ini, UIN Madura berkolaborasi dengan Al-Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development di Hat Yai, Songkhla, Thailand, pada 10–11 Oktober 2025 dengan menyasar 25 siswa Muslim Thailand berusia 6 hingga 12 tahun.

Program ini menjadi langkah konkret perguruan tinggi dalam memperluas jangkauan pendidikan Islam moderat lintas negara. PkM ini merupakan respons cepat UIN Madura untuk memastikan anak-anak Muslim Thailand memperoleh literasi Islam Nusantara yang inklusif, ramah, dan berbasis kearifan lokal.

Tujuan utamanya sederhana tapi strategis: mencegah paparan ajaran kaku dan eksklusif sejak dini dengan cara-cara yang menyenangkan dan kontekstual.

Belajar Agama Lewat Lagu dan Budaya

Sebanyak 25 siswa terlibat dalam program yang sengaja dirancang dengan metode yang ringan (lite), namun bermuatan pendidikan mendalam. Mengingat variasi usia, tim PkM UIN Madura menggunakan pendekatan edukasi kreatif berbasis lagu dan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an, sehingga anak-anak dapat menghafal dengan gembira sambil mengaitkan nilai-nilai Islam dengan ekspresi budaya lokal.

Baca Juga:  1.440 Kapal Nelayan Pamekasan Sudah Berizin, Diskan Kejar Legalitas 103 Armada Tersisa

Selain itu, pembelajaran dasar rukun Islam dikaitkan langsung dengan pengenalan budaya Nusantara, menghadirkan suasana belajar yang toleran dan kontekstual. Format fun learning ini menjadi strategi efektif menanamkan nilai moderasi beragama sejak usia dini.

Apresiasi dari Mitra Thailand

General Director Al-Hidayah Waqaf Foundation, Adul Meatam, M.IRKH, Ph.D., menyambut baik kemitraan strategis tersebut. Ia menilai pendekatan Islam Nusantara yang diusung UIN Madura memiliki relevansi kuat bagi komunitas Muslim di Thailand Selatan.

“Kami sangat menyambut baik program ini. Konsep Islam Nusantara yang dibawa UIN Madura sangat dibutuhkan, dan lebih dari itu, kegiatan PkM ini bisa mempererat hubungan persaudaraan antara Muslim di Indonesia dan Thailand,” ujar Adul Meatam.

Membangun Toleransi Sejak Usia Dini

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Madura, Moch. Cholid Wardi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan bagian dari perjuangan ideologis untuk menjaga moderasi Islam di kawasan Asia Tenggara.

“Ketika anak-anak usia 6 sampai 12 tahun antusias menghafal dan bernyanyi, itu membuktikan bahwa metode berbasis budaya adalah cara paling jujur untuk menanamkan nilai-nilai moderasi. Fondasi ini penting agar mereka tidak terjerumus pada pemahaman ekstrem,” jelas Cholid.

Baca Juga:  Wujudkan Birokrasi Rasional-Digital, UIN Madura Puncaki Peringkat Satker Terbaik di Pamekasan

Rektor UIN Madura Tekankan Dakwah Ilmiah Internasional

Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan PkM di Thailand ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperluas kontribusi pendidikan Islam moderat ke tingkat global.

“Pengabdian internasional seperti ini menjadi bagian dari dakwah ilmiah UIN Madura. Kami ingin membawa semangat Islam yang damai, inklusif, dan berbasis kearifan lokal ke masyarakat Muslim di luar negeri,” tandasnya.

Menurutnya, kehadiran UIN Madura di berbagai negara Asia Tenggara membuktikan bahwa kampus keagamaan tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga agen harmoni dan moderasi Islam di tingkat regional.

Kehadiran PkM UIN Madura di Al-Hidayah Waqaf Foundation mempertegas posisi UIN Madura sebagai kampus Islam yang aktif menjamin pendidikan moderat, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga bagi komunitas Muslim di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *