KABAR MADURA | HAT YAI, THAILAND — Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus melebarkan sayap kerja samanya hingga ke luar negeri. Kali ini, kampus yang dikenal dengan semangat Taneyan Lanjhang-nya itu resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Al Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development di Hat Yai, Songkhla, Thailand, Senin (11/10).
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah nyata UIN Madura dalam memperkuat peran akademisi di tingkat internasional, terutama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Pusat Pengabdian UIN Madura, Moch. Cholid, mewakili Rektor dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi wujud nyata komitmen UIN Madura dalam memperkuat pendidikan Islam serta memberikan layanan pendidikan Islam yang baik di Thailand.
“UIN Madura ingin berkolaborasi dengan Al Hidayah Waqaf Foundation dalam upaya menguatkan pendidikan Islam di Thailand, khususnya di bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan salam Rektor UIN Madura yang berhalangan hadir secara langsung dalam penandatanganan MoU itu.
Dari pihak tuan rumah, General Director Al Hidayah Waqaf Foundation, Adul Meatam, M.IRKH, Ph.D., menyambut hangat kehadiran rombongan UIN Madura.
“Kami sangat senang dengan semangat kolaborasi dari UIN Madura. Semoga MoU ini segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret dalam bidang riset dan pengabdian di Thailand,” ungkapnya.
Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut juga diisi dengan Implementation of Agreement untuk program pengabdian internasional, diskusi skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa, dan pembahasan mekanisme Student Mobility Program antara UIN Madura dan beberapa perguruan tinggi di Songkhla yang difasilitasi oleh Al Hidayah Waqaf Foundation.
Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., dalam pernyataannya menegaskan bahwa kerja sama internasional seperti ini adalah bagian dari visi besar kampus dalam mewujudkan internasionalisasi UIN Madura di era globalisasi.
“UIN Madura akan terus menjalin kerja sama di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas akademik, riset, dan pengabdian. Semua dilakukan dengan tetap mengusung semangat Taneyan Lanjhang sebagai identitas keilmuan integratif kampus kita,” tegasnya.
Melalui kerja sama ini, UIN Madura juga membuka peluang bagi pelajar Thailand untuk belajar Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama Islam melalui skema Student Mobility Program. Harapannya, kegiatan ini menjadi jembatan persaudaraan dan penguatan nilai-nilai Islam moderat di kawasan Asia Tenggara.






