BEM UNIBA Madura Desak KPI Evaluasi Program TRANS7 karena Dinilai Menistakan Pesantren dan Ulama

Headline, Berita88 views

KABAR MADURA | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bahaudin Mudhary Madura atau UNIBA Madura mengecam keras salah satu tayangan di stasiun televisi swasta nasional TRANS7 yang dinilai melecehkan dan menodai marwah pesantren serta para ulama.

Tayangan tersebut dianggap bukan hanya bentuk kelalaian, tetapi penghinaan terbuka terhadap lembaga pendidikan Islam yang selama ini menjadi benteng moral bangsa. 

Ketua BEM UNIBA Madura, M. Rofiqul Mukhlisin, menegaskan bahwa apa yang dilakukan TRANS7 telah melukai perasaan jutaan santri di seluruh Indonesia.

“Tayangan itu fatal! Bukan hanya menyinggung, tapi jelas-jelas menistakan marwah pesantren dan kiai. Kami menuntut TRANS7 untuk segera meminta maaf secara terbuka melalui media nasional dan media sosial resmi,” tegas Rofiqul dengan nada geram. 

BEM UNIBA Madura juga mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program siaran televisi tersebut, yang dianggap menyalahi norma etika, agama, dan kepatutan publik.

“KPI jangan hanya jadi penonton! Ini saatnya menunjukkan keberpihakan terhadap moralitas bangsa. Media nasional harus bertanggung jawab, bukan malah menjadi sumber pelecehan terhadap simbol-simbol agama,” tegas Rofiqul. 

Sebagai bentuk solidaritas moral, BEM UNIBA Madura juga menyatakan dukungan terhadap gerakan masyarakat yang menyerukan boikot hingga pihak TRANS7 memberikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka kepada publik, khususnya kepada komunitas santri dan pesantren. 

“Kami berdiri bersama seluruh santri di Indonesia. Jangan biarkan lembaga penyiaran seenaknya menghina warisan moral bangsa. Pesantren bukan bahan olok-olok,” tutup Rofiqul. 

Sementara itu, pihak TRANS7 juga telah menyampaikan permintaan maafnya melalui video yang ditayangkan di akun Youtube TRANS7 OFFICIAL pada Selasa (14/10/2025), yang disampaikan oleh Production Director TRANS7 Andi Chairil.

Dalam video itu, Andi Chairil menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pihak yang tersinggung atas tayangan program Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025.

Permohonan maaf juga disampaikan kepada kiai, keluarga, pengasuh, santri, dan alumni Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP Putri Hidayatul Mubtadiaat. Dia mengakui kelalaian timnya terkait narasi tidak pantas dan lalai dalam penyensoran materi dari pihak luar. 

TRANS7 memastikan permohonan maaf telah disampaikan langsung kepada Gus Adib, putra KH Anwar Mansyur, dan berjanji mengirim surat permohonan maaf resmi kepada pesantren.

Manajemen TRANS7 juga memohon maaf kepada masyarakat Indonesia atas ketidaknyamanan. Perusahaan telah meninjau dan mengambil tindakan internal untuk mencegah terulangnya kejadian. Pernyataan ini menunjukkan pengakuan kesalahan dan komitmen TRANS7 untuk perbaikan. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *