Dapur Program MBG di Sampang Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Pemerintahan75 views

KABAR MADURA | Keberadaan puluhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah beroperasi di Sampang hingga kini dipastikan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan.

Hal itu diungkap oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang Agus Mulyadi. Menurutnya, saat semua dapur MBG masih berproses, karena salah satu syarat untuk bisa mendapat SLHS itu harus dilatih dan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) ke semua dapur.

Dikatakannya, untuk proses mendapatkan sertifikasi itu, tidak bisa dilakukan secara cepat karena melibatkan sejumlah tahapan penting, termasuk pelatihan bagi para penjamah makanan di semua dapur tersebut.

“Semua dapur MBG hingga sekarang masih berproses untuk mendapatkan SLHS ini, karena syaratnya harus dilatih dan di IKL terlebih dahulu,” ujar Agus saat dikonfirmasi Kabar Madura, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga:  Pelayanan KB Sampang Tembus 147 Persen, Dinkes dan IBI Keliling Faskes

Agus menjelaskan, proses pelatihan itu wajib agar petugas dapur dapat memahami cara menjaga kebersihan dan keamanan pangan. Jadi tidak hanya sekadar soal rasa atau gizi, melainkan makanan itu harus benar-benar aman dikonsumsi.

Untuk proses IKL sudah dilakukan oleh Dinkes KB Sampang ke setiap dapur untuk melakukan pemeriksaan meliputi kebersihan ruang masak, alat pengolah, hingga penyimpanan bahan makanan.

Langkah selanjutnya dilakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air yang digunakan di semua dapur. Sehingga akan diketahui apakah terdapat cemaran biologis atau kimia yang bisa membahayakan kesehatan. 

Baca Juga:  Pelayanan KB Sampang Tembus 147 Persen, Dinkes dan IBI Keliling Faskes

Manakala hasilnya menunjukkan adanya cemaran, tentu harus dibenahi dulu sebelum SLHS nya dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.

“Hingga sekarang dapur yang sudah mengikuti pelatihan dan dilakukan IKL ini baru sekitar 30 persen,” terangnya.

Lanjut Agus menegaskan, semua dapur MBG di wilayahnya harus memenuhi standar kebersihan agar tidak menimbulkan risiko penyakit. Dia menekankan bahwa sertifikasi SLHS itu bukan sekadar formalitas, akan tetapi merupakan bukti nyata bahwa dapur MBG benar-benar layak dan higienis.

“Kami hanya ingin memastikan semua anak-anak penerima manfaat program MBG ini benar-benar mendapat makanan yang bergizi, sehat, dan aman dikonsumsi,” tukasnya. (sub/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *