Bupati Sumenep Dorong Sinergi Madura Wujudkan KEK Tembakau

Berita132 views

KABAR MADURA | Tim Penyusunan Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (KAMURA) melanjutkan rangkaian audiensi dan silaturahmi ke sejumlah kepala daerah se-Madura. Rabu (22/10/2025), tim tersebut diterima langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di rumah dinasnya.

Audiensi di Sumenep menjadi penutup dari serangkaian pertemuan KAMURA dengan empat bupati di Madura, yang bertujuan menghimpun dukungan dan masukan untuk penyusunan naskah akademik KEK Tembakau Madura yang akan diajukan ke pemerintah pusat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Fauzi menyampaikan apresiasi atas inisiatif KAMURA yang dinilainya sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis sektor tembakau.

“Kami berterima kasih atas kehadiran teman-teman KAMURA yang punya semangat dan pikiran ke depan terkait masa depan Madura. Sejak awal menjabat, saya mempelajari nasib petani kita, dan ternyata penyumbang kemiskinan terbesar di Sumenep adalah petani. Karena itu, saya berpikir bagaimana menjadikan tembakau bukan lagi sumber kemiskinan, tapi jalan kesejahteraan,” ujarnya.

Fauzi menuturkan bahwa sejak 2021 pihaknya telah mengambil langkah konkret dengan mendorong tumbuhnya industri rokok rakyat di Sumenep.

“Waktu itu hanya ada tiga perusahaan rokok. Saya panggil dan ajak masyarakat untuk ikut usaha rokok. Kami keluarkan izin enam pabrik, lalu di tahun 2023 sudah sampai seratus. Sekarang sudah lebih dari seratus izin pabrik rokok rakyat yang kami keluarkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik Jadi Predikat A, Bupati Fauzi Tekankan Pelayanan Publik

Menurutnya, kebijakan itu merupakan bagian dari strategi membangun pasar yang lebih menguntungkan bagi petani tembakau. Selama ini, petani hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, sementara nilai tambah justru terjadi di luar Madura.

“Kita harus ubah pola itu. Kalau bicara KEK Tembakau, artinya produksi dan industrinya harus di sini. Karena itu, kami bangun Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), dan sekarang masuk tahap kawasan APHT,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa kebijakan membuka izin pabrik rokok rakyat bukan hanya soal investasi, tetapi juga strategi sosial-ekonomi.

“Saya ingin harga tembakau tinggi, tenaga kerja banyak terserap, dan angka kemiskinan turun. Dan itu terbukti. Setiap tahun angka kemiskinan Sumenep terus turun, dan petani kita mulai sejahtera,” imbuhnya.

Dia juga menyoroti perubahan sosial yang kini mulai tampak di tingkat masyarakat bawah. Sekarang sudah mulai muncul orang-orang kaya baru dari industri tembakau.

“Saya bahagia karena empat tahun terakhir daun emas ini bisa dinikmati masyarakat sendiri. Ini efek nyata yang tidak bisa dipungkiri,” ujarnya dengan nada optimistis.

Kata Fauzi, perjuangan mewujudkan KEK Tembakau Madura bukan hanya tugas pemerintah, tetapi perjuangan kolektif seluruh elemen masyarakat Madura.

“Gerakan ini tidak bisa sendiri. Saya pernah mengajak semua bupati di Madura dan para kiai untuk berjuang bersama, karena tembakau ini nadi ekonomi masyarakat kita sekaligus penyumbang besar bagi negara. Madura ini kaya, tinggal bagaimana kita bersinergi,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Tegaskan Nol Program Fiktif dalam Pembangunan Desa

Dia berharap KEK Tembakau Madura kelak menjadi kebijakan strategis yang memberi ruang kekhususan bagi industri tembakau rakyat, terutama dalam aspek cukai dan pajak.

“Kalau KEK ini terealisasi, akan ada perlakuan khusus yang meringankan pelaku usaha kecil. Tapi tentu ini perjuangan panjang. Saya berharap seluruh kabupaten di Madura memiliki visi yang sama,” tutur Bupati Fauzi.

Sementara itu, perwakilan Tim Perumus KAMURA, Abdul Hamied, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Bupati Sumenep. Menurutnya, audiensi di Sumenep menjadi titik penutup dari rangkaian kunjungan KAMURA ke empat kabupaten di Madura.

“Kami sangat berterima kasih telah diterima langsung oleh Bapak Bupati. Sumenep memberi inspirasi nyata tentang bagaimana kebijakan daerah bisa berpihak kepada petani dan pengusaha lokal. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami dalam menyusun naskah akademik KEK Tembakau Madura,” ujar Hamied.

Dia menambahkan, tujuan utama KAMURA adalah menyatukan visi seluruh pihak di Madura agar perjuangan menuju KEK Tembakau dapat berjalan selaras dan kuat.

“Kami berharap setelah audiensi ini, seluruh daerah di Madura bersatu dalam satu visi besar: menjadikan tembakau sebagai poros kemandirian ekonomi rakyat Madura,” tegasnya. (ara/ong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *