UNIBA Madura Kenalkan Budaya Lokal ke Dunia Lewat Konferensi Internasional

Pendidikan22 views

KABAR MADURA | Universitas KH. Bahaudin Mudhary atau UNIBA Madura tidak hanya menorehkan prestasi akademik sebagai tuan rumah The 10th International Joint Conference on Science and Technology (IJCST), tetapi juga memanfaatkan momentum internasional ini untuk mengenalkan kekayaan budaya Madura kepada dunia. 

Ratusan peserta konferensi yang terdiri dari peneliti, dosen, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri disambut dengan pertunjukan seni tradisional Madura, mulai dari Sape Sono hingga Musik Saronen yang menggelegar penuh energi di halaman kampus. 

Sebagai satu-satunya kampus swasta dalam konsorsium IJCST, UNIBA Madura ingin membuktikan bahwa daerah bukan hanya memiliki kekuatan akademik, tetapi juga identitas budaya yang layak ditampilkan di kancah internasional. 

“Kami sengaja menghadirkan Sape Sono dan Musik Saronen untuk menunjukkan kepada para tamu bahwa Madura punya tradisi yang unik, kuat, dan penuh filosofi,” ujar Rektor UNIBA Madura, Prof. Dr. Rachmad Hidayat, M.Si. 

Baca Juga:  UNIBA Madura Buka Daftar Ulang PMDK 2026/2027, Calon Mahasiswa Diminta Segera Registrasi

Para peserta dibuat terpukau dengan atraksi Sape Sono yang dihiasi warna-warni menarik, serta iringan Saronen yang menjadi ikon budaya Pulau Garam. Tidak sedikit tamu dari luar Madura mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel mereka. 

JJS Kabar Madura

“Kami ingin mereka pulang tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga membawa cerita indah tentang budaya Madura,” tambah Prof. Rachmad.

Selain presentasi riset dan diskusi akademik yang menjadi agenda utama konferensi internasional ini, UNIBA Madura menegaskan pentingnya diplomasi budaya sebagai bagian dari kontribusi kampus dalam mempromosikan Madura di level global. 

Baca Juga:  Kasus Tapakerbau Belum Jelas, Warga Sumenep Desak Polda Jatim Beri Kepastian Hukum

Bagi UNIBA Madura, konferensi bukan hanya ruang berbagi gagasan ilmiah, namun juga jembatan memperkenalkan keunikan lokal ke publik internasional. 

“Budaya adalah kekuatan besar bangsa. Kami ingin akademisi dari berbagai negara mengenal Madura lebih dekat,” ungkap Prof. Rachmad. 

Kehadiran Sape Sono dan Saronen pada event bertaraf internasional ini menegaskan bahwa UNIBA Madura tidak hanya berdiri sejajar dengan kampus besar dalam hal akademik, tetapi juga menjadi garda depan pelestarian dan promosi budaya daerah. 

“Pads momentum IJCST 2025 di UNIBA Madura pun menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan dan budaya dapat berjalan beriringan, memperkuat peran kampus sebagai pusat inovasi sekaligus penjaga identitas lokal,” pungkasnya. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *