Pemkab Sampang Gelar Festival Literasi, Tekankan Pentingnya Budaya Baca

Berita44 views

KABAR MADURA | Dalam upaya meningkatkan minat dan budaya baca sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar Festival Literasi 2025, Senin (3/11/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Sampang ini mengusung tema “Merawat Tradisi, Menggali Inspirasi Lewat Literasi.”

Bupati Sampang Slamet Junaidi menegaskan, literasi memiliki peran penting karena mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi efektif, serta membentuk karakter yang kuat.

“Literasi ini adalah fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Aba Idi.

Baca Juga:  Generasi Cepat, Pikiran Lambat: Menimbang Budaya Instan di Era Digital

Menurutnya, literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk merawat tradisi, menggali kearifan lokal, dan menumbuhkan inspirasi baru bagi kemajuan bangsa.

Festival Literasi merupakan bagian dari gerakan bersama untuk menumbuhkan budaya literasi yang lebih luas dan mendalam, terutama di kalangan generasi muda dan masyarakat umum.

Di tengah arus digitalisasi yang semakin masif, kata Bupati Slamet Junaidi, kemampuan literasi sangat dibutuhkan agar masyarakat mampu memilah dan memahami informasi secara bijak, sehingga tidak mudah terjebak dalam penyebaran hoaks.

Baca Juga:  Soroti Kekerasan yang Meningkat, Ansari Dorong Advokasi Nyata Lindungi Perempuan dan Anak

“Tentunya, kami harap Festival Literasi ini menjadi agenda rutin tahunan untuk terus mendorong minat baca masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Disarpus Sampang Ariwibowo Sulistyo menegaskan, rangkaian kegiatan dalam Festival Literasi kali ini meliputi bedah buku dan bazar yang digelar selama tiga hari, yakni 3–5 November 2025, di halaman kantor Disarpus Sampang.

“Melalui Festival Literasi ini dapat memperkuat citra Kabupaten Sampang sebagai daerah berbudaya dan berperadaban serta mampu melahirkan generasi cinta ilmu,” tuturnya. (sub/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *