KABAR MADURA | Gelandang asing asal Brasil, Lulinha, mencapai tonggak penting dalam kariernya bersama Madura United. Pemain berusia 35 tahun itu resmi menorehkan 100 pertandingan sejak pertama kali berseragam Laskar Sape Kerrab pada 2022.
Sebelum bergabung dengan Madura United pada Mei 2022, Lulinha, yang memiliki nama lengkap Luiz Marcelo Morais dos Reis, telah melanglang buana ke berbagai negara. Dia memulai karier profesional di Corinthians (Brasil), klub yang membesarkan namanya dan membuatnya dikenal sebagai salah satu wonderkid Brasil. Setelah itu, Lulinha sempat memperkuat Estoril Praia (Portugal), Olimpia (Paraguay), Bahia (Brasil), Ceará (Brasil), Criciúma (Brasil), Red Bull Brasil, dan Mogi Mirim (Brasil).
Karier internasionalnya berlanjut ke Asia dan Eropa, masing-masing bersama Pohang Steelers (Korea Selatan), Sharjah FC (Uni Emirat Arab), Pafos FC (Siprus), HJK Helsinki (Finlandia), hingga Montedio Yamagata (Jepang) sebelum akhirnya berlabuh di Madura United.
Lulinha resmi diperkenalkan oleh Madura United pada Mei 2022 dan langsung mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia. Dalam laga debutnya di Liga 1 musim 2022/2023, pemain kelahiran 1990 itu mencetak hattrick saat Madura United menang telak 8-0 atas Barito Putera pada 23 Juli 2022. Sejak saat itu, namanya menjadi bagian penting dari perjalanan tim asal Pulau Garam tersebut.
Selama empat musim lebih membela Madura United, kontribusi Lulinha sangat terasa. Pada musim 2022/2023, dia tampil dalam 29 pertandingan Liga 1 dengan torehan 12 gol dan 4 assist. Musim berikutnya, 2023/2024, Lulinha masih menjadi andalan Madura United dengan catatan 19 pertandingan Liga 1 yang menghasilkan 5 gol dan 1 assist, serta turut berkontribusi di ajang Piala Presiden dengan satu assist.
Namun, pada putaran kedua musim 2023/2024, Lulinha sempat meninggalkan Madura United. Meski begitu, perpisahan Lulinha-Madura itu tidak berlangsung lama. Pemain asal Brasil itu kembali ke Madura United pada musim 2024/2025, dan langsung menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak 13 gol serta 3 assist dari 29 pertandingan Liga 1. Dia juga berperan penting dalam kiprah klub di AFC Challenge League, menorehkan 1 gol dan 3 assist dari 6 pertandingan.
Pada musim 2025/2026, meski belum mencatatkan gol maupun assist dalam 10 laga Super League, kehadiran Lulinha tetap menjadi elemen penting dalam keseimbangan permainan tim dengan perannya sebagai kapten. Loyalitas dan pengalamannya menjadikan dia sosok panutan bagi pemain muda Madura United.
Musim 2025/2026 menjadi momen istimewa tersendiri bagi Lulinha. Pertandingan pekan ke-12 Super League melawan Persijap Jepara menjadi laga ke-100-nya bersama Madura United. Momen itu terasa semakin spesial karena di laga yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) ini, Madura United berhasil meraih kemenangan perdana di kandang musim ini dengan skor 2-1.
Meski belum mencatatkan gol maupun assist pada musim ini, kehadiran Lulinha tetap menjadi elemen penting dalam keseimbangan permainan tim dengan perannya sebagai kapten. Loyalitas dan pengalamannya menjadikan dia sosok panutan bagi pemain muda Madura United.
“Seratus pertandingan bukan sekadar angka. Ini tentang perjalanan panjang, tentang keluarga yang saya temukan di Madura. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari klub ini, dan saya akan terus memberikan yang terbaik untuk tim serta suporter yang selalu mendukung kami,” ungkap Lulinha penuh emosional.
Capaian 100 pertandingan ini menegaskan status Lulinha sebagai salah satu pemain asing paling berpengaruh dan loyal dalam sejarah Madura United. Dia bukan sekadar pemain, melainkan simbol dedikasi dan cinta terhadap klub yang telah menjadi rumah keduanya di Indonesia. (nur/zul)





