Kenalkan Metode Biopori, DLH Pamekasan Tingkatkan Pendampingan Pengelolaan Sampah MBG 

KABAR MADURA | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan memberikan pendampingan khusus kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pengelolaan sampah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala DLH Pamekasan Supriyanto mengatakan, sampah yang dihasilkan dari program MBG perlu penanganan khusus agar tidak menambah beban sampah yang sudah ada. Dikatakan, pihaknya telah mengenalkan metode Biopori untuk mengelola sampah program MBG tersebut.

Metode Biopori ini merupakan pembuatan lubang vertikal di tanah yang diisi sampah organik untuk mengubahnya menjadi pupuk kompos.

Supriyanto menjelaskan, sampah yang dihasilkan dapur MBG didominasi oleh bahan organik. Sebab itu, pihaknya mengenalkan metode Biopori itu sebagai solusi ramah lingkungan dan mudah diterapkan.

Baca Juga:  Puluhan Dapur MBG di Bangkalan Dihentikan Sementara karena Tidak Miliki IPAL

“Untuk sampah organik yang tidak bernilai jual, kami kenalkan Biopori sampah. Kan sekarang sudah ada yang pakai tempolong diameter 80 hingga 100 cm,” jelasnya, Senin (17/11/2025).

Metode Biopori itu, lanjut Supriyanto, tidak hanya menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Namun, juga membantu meningkatkan daya serap air pada tanah. Sehingga, dianggap efektif untuk mengolah sampah dapur MBG.

Untuk memastikan penerapan berjalan efektif, DLH Pamekasan menurunkan tim khusus guna melakukan pendampingan dan memantau kondisi dapur SPPG. Selain itu, kata Supriyanto, pihaknya juga bekerja sama dengan Satgas Percepatan MBG Pamekasan untuk memaksimalkan pelaksanaan program nasional tersebut.

Baca Juga:  Nakal Tidak Urus Izin, 34 Dapur MBG di Bangkalan Ditutup Sementara

“Kami akan terus memantau dapur-dapur (SPPG), meskipun sudah pernah dibina, kami tetap pantau sampai program ini benar-benar berjalan bagus,” tutupnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *