UNIBA Madura Bangun Budaya Riset sejak Dini untuk Cetak Mahasiswa Kritis dan Kompetitif

Pendidikan28 views

KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang menempatkan riset sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Hal ini tampak dari aktivitas mahasiswa yang sudah terbiasa melakukan kajian penelitian, pengolahan data, hingga presentasi ilmiah, bahkan sejak semester awal.

Salah satu momen terlihat ketika mahasiswa UNIBA Madura melakukan pemaparan penelitian di depan dosen pembimbing dengan format layaknya sidang akademik. Proses ini menjadi bagian dari pembudayaan riset yang terus dikembangkan kampus untuk melahirkan lulusan yang kritis, analitis, dan siap bersaing di dunia profesional.

Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad Hidayat, menegaskan bahwa kampus yang unggul harus mampu membangun tradisi akademik yang kuat, termasuk riset sejak dini.

Baca Juga:  UNIBA Madura Gandeng BRI, Perkuat Layanan Akademik dan Perbankan Digital Mahasiswa

“Di UNIBA Madura, kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membiasakan mahasiswa untuk berpikir ilmiah, meneliti, dan mempresentasikan hasil kajiannya. Riset itu harus dibangun sejak dini agar lahir generasi yang cakap, kritis, dan siap menghadapi tantangan nyata,” ujar Prof. Rachmad.

Menurutnya, penelitian bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan budaya yang harus hidup di lingkungan kampus. Dengan riset, mahasiswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga belajar memecahkan persoalan secara sistematis dan bertanggung jawab.

“Jika mahasiswa sejak awal sudah terbiasa dengan metodologi penelitian, analisis data, hingga cara menyampaikan hasil riset, maka kualitas akademiknya akan meningkat pesat. Inilah ciri perguruan tinggi modern,” lanjutnya.

Baca Juga:  UNIBA Madura Gelar PEKSIMA Perdana 2026, Wadah Bakat Seni Mahasiswa

UNIBA Madura, melalui berbagai program akademik, terus mendorong peningkatan mutu pembelajaran berbasis riset. Salah satunya dengan menyediakan ruang presentasi, pendampingan intensif dosen, serta membekali mahasiswa dengan kemampuan pengolahan data digital.

Prof. Rachmad menambahkan bahwa budaya riset bukan hanya membangun kompetensi pribadi mahasiswa, tetapi juga membantu universitas menghasilkan karya ilmiah yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin UNIBA menjadi rumah bagi generasi peneliti muda. Kampus harus menjadi tempat lahirnya inovasi, gagasan, dan solusi. Karena itu, membudayakan riset sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tegasnya. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *