UNIBA Madura Bangun Budaya Riset sejak Dini untuk Cetak Mahasiswa Kritis dan Kompetitif

Pendidikan31 views

KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang menempatkan riset sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Hal ini tampak dari aktivitas mahasiswa yang sudah terbiasa melakukan kajian penelitian, pengolahan data, hingga presentasi ilmiah, bahkan sejak semester awal.

Salah satu momen terlihat ketika mahasiswa UNIBA Madura melakukan pemaparan penelitian di depan dosen pembimbing dengan format layaknya sidang akademik. Proses ini menjadi bagian dari pembudayaan riset yang terus dikembangkan kampus untuk melahirkan lulusan yang kritis, analitis, dan siap bersaing di dunia profesional.

Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad Hidayat, menegaskan bahwa kampus yang unggul harus mampu membangun tradisi akademik yang kuat, termasuk riset sejak dini.

“Di UNIBA Madura, kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membiasakan mahasiswa untuk berpikir ilmiah, meneliti, dan mempresentasikan hasil kajiannya. Riset itu harus dibangun sejak dini agar lahir generasi yang cakap, kritis, dan siap menghadapi tantangan nyata,” ujar Prof. Rachmad.

Baca Juga:  KI Sumenep-UNIBA Madura Kerja Sama Keterbukaan Informasi Publik

Menurutnya, penelitian bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan budaya yang harus hidup di lingkungan kampus. Dengan riset, mahasiswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga belajar memecahkan persoalan secara sistematis dan bertanggung jawab.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Jika mahasiswa sejak awal sudah terbiasa dengan metodologi penelitian, analisis data, hingga cara menyampaikan hasil riset, maka kualitas akademiknya akan meningkat pesat. Inilah ciri perguruan tinggi modern,” lanjutnya.

UNIBA Madura, melalui berbagai program akademik, terus mendorong peningkatan mutu pembelajaran berbasis riset. Salah satunya dengan menyediakan ruang presentasi, pendampingan intensif dosen, serta membekali mahasiswa dengan kemampuan pengolahan data digital.

Baca Juga:  UNIBA Madura Sulap Pasar Anom Jadi Laboratorium Bisnis Mahasiswa, Prof. Achsanul Qosasi: Harus Berani Menjual dan Mencipta

Prof. Rachmad menambahkan bahwa budaya riset bukan hanya membangun kompetensi pribadi mahasiswa, tetapi juga membantu universitas menghasilkan karya ilmiah yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin UNIBA menjadi rumah bagi generasi peneliti muda. Kampus harus menjadi tempat lahirnya inovasi, gagasan, dan solusi. Karena itu, membudayakan riset sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tegasnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *