KABAR MADURA | Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT Korpri) 2025 di Kabupaten Sumenep berlangsung meriah dan sarat makna.
Upacara yang digelar di halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep itu menjadi momentum penting untuk mengapresiasi dedikasi para pendidik serta prestasi siswa-siswi berprestasi.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah saat Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, secara langsung menyerahkan penghargaan dan uang pembinaan kepada PAUD Nurus Sabah, Kecamatan Manding, yang berhasil meraih juara I lomba mendongeng bahasa Madura bertema Babad Songennep.
Dalam prosesi tersebut, KH. Imam Hasyim didampingi Plt. Sekdakab Sumenep Drs. Syahwan Efendi serta Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra, yang menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.
Penghargaan diberikan kepada guru pendamping Fatmawati, bersama muridnya Dimas Shaka Darmawan, yang tampil memukau dalam ajang mendongeng tersebut.
Dalam sambutannya, KH. Imam Hasyim mengimbau seluruh guru di Kabupaten Sumenep agar terus mengedepankan keteladanan dan pendidikan akhlak dalam proses pembelajaran.
“Guru sebagai pendidik harus mampu memberikan uswah, contoh yang baik kepada anak didik. Ini adalah pondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak,” tegas KH. Imam Hasyim.
Selain bagi guru, penghargaan juga diserahkan kepada sejumlah siswa berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sebagai bentuk motivasi agar terus meningkatkan prestasi.
KH Imam Hasyim kembali menekankan bahwa pendidikan moral harus menjadi prioritas utama di sekolah.
“Anak-anak harus dididik dengan moral dan akhlak yang luhur. Kecerdasan saja tidak cukup, akhlak adalah tiang utama masa depan,” tuturnya.
Menurutnya, peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh.
“Sebagai pendidik, guru bukan hanya melakukan ta’lîm atau mengajar, tetapi lebih ditekankan pada tarbiyyah, yaitu mendidik secara utuh. Di sanalah letak kemuliaan profesi guru,” pungkas KH. Imam Hasyim. (ara/waw)





