KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengajukan 138 sekolah dasar (SD) untuk mendapatkan program revitalisasi sebagai upaya meningkatkan mutu sarana pendidikan dasar. Pengajuan itu itu dilakukan untuk memperbaiki fasilitas belajar yang dinilai tidak lagi layak digunakan.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Yusuf menjelaskan, revitalisasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Kondisi ini dinilai dapat menghambat proses belajar mengajar, terutama saat musim penghujan.
“Dari total 464 SD yang terdata di aplikasi Revit, hanya 138 sekolah yang mendapat kuota untuk diajukan dalam program revitalisasi,” katanya, Jumat (28/11/2025).
Prioritas pengajuan diberikan kepada sekolah dengan tingkat kerusakan ruang kelas paling parah. Namun, kata Yusuf, pengajuan itu tidak otomatis menjamin kelolosan karena keputusan sepenuhnya berada di tangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Ada dua syarat inti yang menjadi penentu, yakni form penilaian kerusakan bangunan yang harus ditandatangani lembaga penilai profesional, serta status kepemilikan lahan sekolah,” ujarnya.
Yusuf juga menyampaikan, anggaran revitalisasi bersumber dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Dari total 464 SD di Sampang, masih terdapat sekolah yang belum memiliki sertifikat lahan, sehingga peluang mereka untuk memperoleh program itu sangat kecil.
“Kami akan melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik lahan swasta agar bersedia menyerahkan kepemilikan tanah kepada pemerintah demi kepentingan pendidikan,” pungkasnya. (yan/zul)





