Curhat Pejabat atas Kebijakan Mutasi Bupati Pamekasan: Terkejut Langsung Disodori SK!

KABAR MADURA | Tatkala mencurahkan isi hatinya (curhat), tatapan dr. Syaiful Hidayat terlihat berkaca-kaca. Dirinya sama sekali tidak menduga bakal mengemban amanah sebagai Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan. Amanah yang dirasa sangat berat, tapi harus tetap dijalaninya.

Pria yang akrab disapa dr. Yayak ini dilantik pada 18 November 2025. Beberapa hari sebelumnya, dia dipanggil guna menghadap Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman di Peringgitan Pendopo Ronggosukowati.

Di hadapan bupati, tubuh dokter spesialis paru-paru itu tiba-tiba bergetar. Betapa tidak? Tanpa diduga, bupati langsung menyodorkan Surat Keputusan (SK) kepadanya. Tidak ada penawaran, apalagi transaksi jual-beli jabatan. Seribu rupiah pun, dr. Yayak memastikan tidak dipungut biaya.

“Ini amanah yang sangat berat. Andai masih ditawari, saya pasti akan menolaknya. Tapi, saya langsung disodori SK oleh Pak Bupati. Saya tidak bisa menolaknya, karena itu murni keputusan pimpinan. Saya tidak ingin mengecewakan Pak Bupati,” ujar dr. Yayak saat ditemui malam hari di Jalan Niaga Pamekasan.

Baca Juga:  Lewat Motor Pintar, Polres Pamekasan Buka Akses Literasi Anak di Desa

Peristiwa tersebut, kata dr. Yayak, diliputi dengan nuansa kelucuan. Usai disodori SK, dr. Yayak diminta foto bersama dengan bupati. Sementara dirinya tidak berjas. Akhirnya, jas ajudan bupati dipinjamnya. Dia pakai jas dadakan tanpa berdasi selayaknya pejabat.

JJS Kabar Madura

“Setelah foto terima SK dari Pak Bupati, jas itu saya kembalikan ke ajudan. Ya mau gimana lagi, wong saya dipanggil dadakan tanpa saya sadari bakal menerima SK. Saya pun berangkat pakai baju berkerah apa adanya,” ujar ponaan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Mahfud MD.

Fakta tersebut, kata dr. Yayak, menegaskan betapa isu dugaan jual beli jabatan di Kabupaten Pamekasan tidak benar adanya. Jabatan yang kini diempannya, sama sekali tidak melalui transaksi politik.

Baca Juga:  Sinergi PWI Pamekasan dan Pelukis Budi Hariyanto, Legislator Jatim: Seniman Adalah Penjaga Peradaban

“Yang saya alami begitu. Sama sekali tidak ada unsur jual beli jabatan. Kalau isunya mengarah ke jabatan kepala dinas atau instansi lainnya, saya tidak tahu. Yang pasti, jangankan harus bayar, Pak Bupati bahkan tidak membicarakannya terlebih dahulu atas jabatan yang kini diberikan ke saya,” ujarnya.

Jabatan sebagai Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan tidak bisa dihindarinya. Untuk itu, saat ini dr. Yayak mau fokus menjalankan amanah tersebut sebaik mungkin. Dirinya bertekad untuk membenahi pelayanan RSUD Smart Pamekasan.

“Fokus saya adalah pada pembenahan layanan kesehatan yang selama ini kadang dikeluhkan oleh masyarakat. Mohon sambung doanya untuk kebaikan bersama, untuk perbaikan layanan kesehatan di Kabupaten Pamekasan,” tukasnya. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *