KABAR MADURA | Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep, kembali mencatat sejarah penting bagi perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sumenep.
Pesantren besar yang berdiri sejak abad ke-19 itu menjadi saksi lahirnya kepemimpinan baru PCNU Sumenep untuk masa khidmat 2025–2030.
Dalam Sidang Pleno IV Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Sumenep, KH Ahmad Washil Hasyim resmi ditetapkan sebagai Rais PCNU Sumenep.
Penetapan itu berdasarkan keputusan Tim Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) yang dibacakan oleh pimpinan sidang.
Tim Ahwa terdiri dari sejumlah kiai yang mendapat dukungan terbanyak dari MWC NU se-Sumenep, yakni KH Hafidzi Sarbini (23 usulan), KH Abd A’la Basyir (20 usulan), KH Abdullah Kholil (16 usulan), KH Aminuddin Jazuli (8 usulan), dan KH Pandji Taufiq (7 usulan).
Dari musyawarah para kiai tersebut, KH Ahmad Washil Hasyim dipercaya memegang amanah sebagai Rais Syuriah PCNU Sumenep.
Pada saat yang sama, Konfercab juga menetapkan KH Md Widadi Rahim sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep untuk masa bakti 2025–2030.
Ia terpilih dalam proses pemilihan yang berlangsung pada Ahad malam (07/12/2025), dengan keputusan akhir dibacakan dalam Sidang Pleno IV yang dipimpin oleh Sekretaris PWNU Jatim, M Faqih, serta Katib PWNU Jatim, KH Ahsanul Haq.
Dalam proses penjaringan bakal calon ketua, KH Md Widadi Rahim memperoleh dukungan tertinggi dengan 12 suara.
Adapun KH Abdul Wasid memperoleh 7 suara dan KH M Bahrul Widad mengantongi 5 suara.
Dengan hasil tersebut, KH Md Widadi Rahim dinyatakan sah sebagai Ketua PCNU Sumenep.
“Dengan ini saya menyatakan bersedia menjadi Ketua PCNU Sumenep 2025–2030,” ujar KH Md Widadi Rahim setelah mendapat persetujuan dari Rais terpilih, KH Washil Hasyim.
Dengan terpilihnya dua figur kiai tersebut, Konfercab NU di Pesantren Annuqayah bukan sekadar forum organisasi, tetapi menjadi momentum penting lahirnya generasi pemimpin baru yang akan menentukan arah gerak PCNU Sumenep lima tahun ke depan. (ara/zul)






