Atasi Masalah Pascamelahirkan, RSUD SMart Pamekasan Hadirkan Poli Nifas dan Laktasi

Berita, Kesehatan90 views

KABAR MADURA | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan resmi menyediakan pelayanan Poli Nifas dan Laktasi sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien pascamelahirkan.

Layanan ini hadir untuk mendorong pemberian ASI eksklusif dan mengatasi berbagai macam masalah yang dihadapi ibu pascapersalinan. Langkah itu dinilai perlu karena ibu usai melahirkan kerap kali mengalami berbagai macam gangguan kesehatan, mulai dari merasakan nyeri, susah buang air kecil, sembelit, atau bahkan sulit bergerak.

“Untuk poli nifas sendiri diperuntukkan bagi ibu yang sedang dalam masa nifas. Jadi kita pantau segala permasalahannya apa saja. Kemudian di laktasi, kita dorong terkait relaksasinya dalam memberikan ASI,” jelas Dokter Spesialis Anak RSUD SMart Pamekasan, dr. Rani Eva Dewi.

Baca Juga:  Kenali Penyakit yang Sering Menyerang Lansia, Ini Penjelasan Dokter RSUD Smart Pamekasan

Dia menyebut, masa nifas bagi ibu melahirkan merupakan proses adaptasi. Pasalnya, usai melahirkan, perempuan cenderung mengalami perubahan fisik ataupun emosional. Sehingga, hal itu perlu dilakukan pemantauan secara konsisten.

Biasanya, lanjut dr. Rani, rahim perempuan mengalami perubahan yang cukup signifikan setelah melahirkan. Apabila tidak dilakukan pemeriksaan, bisa mengakibatkan pendarahan yang membuat kondisi kesehatan ibu tidak stabil hingga bisa berpengaruh pada kualitas produksi ASI yang dihasilkan.

“Belum lagi resiko infeksi pada ibu usai melahirkan cukup rentan. Jika dibiarkan, bisa terjadi kondisi semakin parah yang ditandai dengan demam,” jelasnya.

Baca Juga:  Puasa Sehat bagi Penderita Mag, Ini Penjelasan Direktur RSUD Smart Pamekasan 

Pihaknya juga meluruskan terkait mitos-mitos yang selama ini beredar. Salah satunya terkait larangan mandi di malam hari bagi ibu menyusui. Menurutnya, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa mandi malam bisa menurunkan kualitas produk ASI.

Dia menjelaskan, selama kondisi emosional dan fisik ibu stabil, maka kualitas ASI tetap terjaga.

“Isu lain yang juga tidak benar adalah ASI yang katanya keluar di awal-awal setelah melahirkan itu basi. Justru, ASI yang warnanya kuning bening tersebut namanya kolostrum. Ia mengandung zat-zat yang sangat berguna untuk bayi, seperti zat untuk kekebalan atau antibodi,” tukasnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *